My Mind
Sebuah cerita menarik terjadi di warnet tempat aku nongkrong. Salah seorang teman dari manager warnet tempat aku nongkrong tersebut adalah seorang grafis desainer. Dirinya sering dipanggil dengan sebutan nama Mas Bat.

Selama aku aktif nongkrong di tempat itu, aku sering menemui dirinya sedang mengutak-utik karya desain di komputer server. Banyak juga karya yang telah dibuat. Beberapa diantaranya merupakan produk makanan atau minuman ringan yang akhirnya menjadi brand bagi produk makanan yang dijual.

Melihat hasil karya yang telah dibuatnya, aku memiliki keyakinan kalau dirinya sudah sering bertemu dengan client besar dan melakukan presentasi di suatu perusahaan.

Kemarin, kembali dia datang saat aku sedang melakukan tugas moderasi sebuah milis. Sejak kemunculannya di warnet, dia langsung dalam posisi sibuk untuk edit tampilan gambar dan kegiatan finishing lainnya.

Bersama seorang teman lainnya, dia terus bergiat mempersiapkan tampilan gambar desain yang diharapkan sesuai dengan keinginan sang client. Benar-benar sibuk sampai aku pulang.

Rupanya, kesibukkan dirinya semalam, karena dirinya harus melakukan presentasi hari ini. Aku tak tahu kalau dirinya akan melakukan presentasi di ruang belakang warnet tempat aku nongkrong karena memang tidak terlihat dari arena tempat ngenet.

Suasana memang terlihat sepi. Kebetulan aku langsung dapat room sehingga tidak bertanya-tanya kemana semua orang.

Lebih dari 1 jam, akhirnya pintu belakang terbuka. Mas Bat keluar bersama seorang ibu dan seorang Mbak. Di belakang mereka, baru keluar teman-teman lainnya, yaitu para penjaga warnet, sang manajer warnet, dan 2 orang customers yang suka nongkrong lainnya. Lucunya, para teman itu berpenampilan sangat rapi, tidak santai seperti biasanya.

Rupanya, di belakang itu, presentasi karya Mas Bat dilakukan. Aku sedikit bingung mendengarnya. Lho, kok, bersama dengan teman-teman yang lainnya...???

Weleh, weleh, weleh... Ternyata Mas Bat minta dukungan teman-teman di warnet untuk menemaninya presentasi. Alasannya, para teman-teman itu adalah tim kerjanya. Sedangkan teman beliau saat melakukan editing dan finishing kemarin malam, tidak datang.

Ternyata, meskipun Mas Bat telah banyak menghasilkan karya desain grafis yang kelak  menjadi brand image sejumlah produk, dia sendiri belum pernah melakukan presentasi...!!!

Setahu aku, kegiatan presentasi merupakan kegiatan alamiah yang harus bisa dilakukan oleh para desainer, apapun karya desain yang dihasilkan. Presentasi yang dilakukan tadi merupakan kegiatan presentasi pertama beliau secara tunggal, alias tanpa dukungan penuh kehadiran tim kerja.

Yang cukup menghebohkan, ternyata kali ini, Mas Bat mendapatkan project untuk mendesain produk susu yang katanya sangat efektif dapat memperlancar ASI.

Lucunya, karena teman-teman dikatakan sebagai tim kerja Mas Bat, mereka pun ikut ditanyakan oleh sang Ibu yang ternyata adalah pemilik project. Jelas saja teman-teman aku itu gelagapan dan berkeringat dingin karena memang sangat tidak tahu akan produk yang sedang di desain oleh Mas Bat itu.

Hebohnya lagi, ternyata presentasi itu telah dilakukan 2 jam sebelum aku masuk. Jadi, mereka sudah 3 jam ada di ruang belakang untuk melakukan presentasi. Bisa dibayangkan, tanpa adanya minuman, makanan untuk ngemil, dan mendengarkan kegiatan presentasi yang benar-benar tidak dipahami proses pembuatannya, sudah jelas teman-teman aku itu pada uring-uringan... huahahahaha...

Pasti penuh kehebohan diantara hening suasana di belakang....

Usai presentasi, mereka langsung buru-buru memanggil tukang nasi goreng keliling untuk makan. Dari yang aku dengar, mereka harus bayar sendiri biaya makan itu karena Mas Bat harus menemani sang client pulang. Artinya, atas kerja sama yang mereka lakukan, mereka belum mendapat bayaran.

Meskipun "sepertinya" belum dibayar, tapi mereka terlihat senang karena suasana tawa canda yang mereka dengan menceritakan kembali suasana presentasi yang mereka lakukan, sampai saat tulisan ini telah selesai aku buat, masih terkait suasana presentasi yang baru saja mereka alami... Ada-ada saja mereka itu.

Sebuah pelajaran bagi semua pihak yang pekerjaannya terkait dengan kegiatan presentasi. Apapun keadaannya, siap atau tidak siap, mereka harus siap untuk melakukan tugas itu. Bagaimana pun, client perlu tahu bagaimana produk mereka dapat dipasarkan dengan karya desain yang dihasilkan oleh para desainer.


.Sarlen Julfree Manurung

Labels: | edit post
4 Responses
  1. hahaha... aduh.. baca tulisan 'mas... jd ngingetin rasa cemas saya neh..

    sabtu inih presentasi ke client jg.. he3..


    walopun uda bbrp kali.. tp rasa nervous nya ituh loh emang susah banget dihilangkan.. apalagi client biasanya suka berubah2 keinginan.. :p

    wajar lah kalau si mas Bat gt.. ^^


  2. Wekkk... jangan cemas. Syaratnya, kamu persiapkan segala sesuatunya dan yakini segala sesuatunya baik-baik saja. Terus, sebelum pergi presentasi, berdoa dulu, minta Tuhan mampukan dirimu. Aku yakin, kamu pasti bisa...

    GBU


    .Sarlen Julfree Manurung


  3. arief anwar Says:

    hehehehe.. seru ceritanya bang.. kalo aku lebih baik presentasi sendiri lah, daripd ngajak2 orang2 yg blm tentu bikin cemerlang presentasinya, orang gatau apa2 kok diajak presentasi.. hehehe..


  4. Begitulah, kalau sebelumnya tidak dilakukan persiapan yang matang... Kaum arsitek mah, kudu bisa presentasi. Wong itu juga salah satu seni yang diajarkan waktu kuliah dulu...


Post a Comment