My Mind
I LOVE YOU
By :  Sarlen Julfree


Kasih,
Menatapmu, aku terlena
Menggandeng tanganmu, aku bahagia
Berada disampingmu, cintaku semakin menggebu
 
Mendambamu, adalah kata-kata tanpa akhir...
Kamu, pujaan hati dan belahan jiwaku...

Merdu suaramu,
Mengalun bawa ketenangan
Temaram menaungi sukmaku
Hingga mampu mengisi setiap sisi ruang batinku
Membakar segenap rasa, api cinta...
Mempesonakan dalam keabadian,
Sebuah arti kasih sayang...

Senyummu...
Membelai jauh ke dalam kalbuku
Terukir diantara relung hati
Yang membara, penuhi sukma
Menghiasi jalan indah hidupku
Kala aku bersama dirimu...

Tiada kata yang dapat terucap,
Selain kata-kata : i love you, pujaan hatiku
Takkan kulepaskan dirimu,
Menemanimu dalam kesunyian dan sesak kehidupan
Menunggumu, setia menantimu...
Meski dentang waktu t'lah larut malam

Cintaku padamu,
Kan kurangkum dalam setiap lara rasa sayangku padamu
Dan 'kan kurengkuh dan kubawa selalu,
Sebagai janji, ungkapan teramat dalam,
Dari hati...

Hadirmu, ciptakan sejuta warna dalam hidupku...
Mempesona, meluruhkan.. .
Yang menyatu bersama satu ketulusan,
Nyata keinginan diri 'tuk selalu bersamamu,
Detik demi detik waktu....
Hingga batas akhir kehidupan...
Bersamamu... .



Jakarta, 23 November 2007

Dedicated for : IRA RUPINA SINAGA, kekasih hatiku
Labels: 0 comments | | edit post
My Mind
Bersikap Bijaksana


Kita mungkin gak tahu harus berbuat apa pada saat kita menyadari bahwa keberhasilan atau kesuksesan pekerjaan kita sudah ditelikung oleh orang yang kita anggap sahabat kita sendiri. Mau marah, kayaknya gak mungkin...

Dalam kondisi seperti ini, waktu dan ruang memaksa kita mau tidak mau untuk tetap bersikap dewasa. Bohong rasanya kalau keadaan yang kita alami itu tidak membuat diri kita kesal, be-te, atau mulai bersikap menjauh dari sahabat kita itu.

Tapiii...begitulah kehidupan. Pada seorang sahabat sendiri, kita tidak diminta untuk harus mempercayainya. Apalagi kalau sahabat kita itu adalah orang yang berada dalam satu lingkup pekerjaan dengan kita. Don't do that, guys... do not trust your friends at working area...

Sikap hati-hati harus tetap kita terapkan. Jangan selalu memberi mereka ilmu hanya karena mereka begitu baik kepada kita. Uuupsss... sorry kalau agak skeptis. Tapi bagaimanapun kita harus melihat apa maksud dan tujuan dari kebaikkan mereka itu kepada kita.

Memang, teman yang tulus adalah orang yang tidak menimbang-nimbang sesuatu. Akan tetapi, dalamnya hati, siapa juga yang tahu...

Bersikap hati-hati itu, bukanlah sebuah kejahatan. Akan tetapi patut untuk dipertimbangkan untuk dilakukan pada saat membina hubungan dengan orang lain. Mungkin, ada baiknya kalau kita mencoba untuk mensharing sesuatu untuk hal-hal yang sederhana saja dan bukan untuk sesuatu yang terkait dengan dunia pekerjaan kita.

Bagaimanapun, kita harus bisa memberdayakan diri kita dan tidak bersikap ceroboh. Sebuah kecerobohan bisa membuat posisi kita justru menjadi tidak nyaman. Kecerobohan kita bisa dimanfaatkan orang lain untuk kemajuan diri mereka.

Sebelum segala sesuatunya merunyamkan mimpi, harapan, dan keinginan kita, sebaiknya mulai dari sekarang kita tidak bertindak ceroboh untuk menceritakan atau mendiskusikan segala sesuatunya dengan sahabat di kantor. Kita bisa mensharingnya dengan orang-orang di rumah atau teman-teman kita yang lain.


.Julfree