Showing posts with label mystory. Show all posts
Showing posts with label mystory. Show all posts
My Mind
There was a time when my friends make my world filled like in the darkness. That's why, right now, I stopped dreaming to find the true figure of a friend. Too many liars out there.

Now, I'm supposed to fill something in my mind with a friendly character that I want to live and like it. I'm free to do that, because I wanted to make my mind up, not tied up with something that I don't like.
Labels: 0 comments | | edit post
My Mind
Beberapa saat yang lalu, saya baru saja pulang ke rumah usai membayar sejumlah tagihan di bank dan tagihan koneksi internet Speedy di Plaza Telkom Pondok Kelapa. 

Di bank tidak ada masalah karena kebetulan antriannya tidak panjang. Lain halnya dengan di Plaza Telkom. Seperti biasanya, setiap tanggal 19 dan 20 tiap bulan, antrian warga yang akan membayar tagihan, sudah cukup banyak. Saya pun harus ikut bersabar mengantri, menunggu nama saya dipanggil untuk melakukan pembayaran.

Saat menunggu, muncul seorang pria mengenakan jaket biru bertuliskan BNN (Badan anti Narkotika Nasional), berkemeja kotak-kotak abu-abu dan celana jeans. Pria itu langsung saja berdiri di depan loket antrian dan menyerahkan nomor telefon tertagih ke petugas loket, meminta agar tagihannya di proses. 

Seorang ibu tua menegur pria itu, "Mas, ngantri dong. Saya aja ngantri."

Sebuah teguran dengan menggunakan bahasa teramat halus namun punya arti amat mendalam.

Pria (kira-kira berusia 30-an) itu pun menjawab : "Maaf Bu, ini saya bayar tagihan instansi negara." 

Usai urusannya selesai, pria itu pergi menggunakan sepeda motor penuh stiker Repsol.

Saya tidak respect dengan sikap pria tersebut. Terserah saja, dia mau pegawai dari instansi mana, antrian tetap antrian. Kalau mau cepat tanpa mengantri lama, silahkan ke Plaza Telkom di Prumpung atau transfer via bank. 

Sebagai abdi negara, kalian harus memberi contoh yang baik, tidak arogan dan minta didahulukan. Kalian yang harusnya menghadirkan sikap melayani rakyat. Bukan minta didahulukan untuk dilayani.

Jujur saja, saya salute dengan sikap yang ditunjukkan oleh adik saya saat mengantri untuk memperpanjang KTP. Beliau adalah seorang pejabat eselon IV di suatu kementerian, namun Beliau tidak minta didahulukan untuk dilayani oleh pegawai Kelurahan yang bertugas melayani di loket perpanjangan KTP. 

Negara ini butuh abdi negara yang tahu aturan, baik tertulis maupun aturan tidak tertulis, yang berlaku umum di masyarakat. Wajar saja kalau masyarakat merasa diperlakukan tidak adil karena abdi-abdi negara selalu minta didahulukan untuk di perhatikan.

Sudah pola pelayanannya buruk, masih pula minta didahulukan. Apa gak malu sama rakyat? Tahu dirilah sedikit...


Labels: 4 comments | | edit post
My Mind

Tanggal 22 April 2011 lalu, saat gue sedang browsing di Google mencari bahan referensi untuk melengkapi tulisan yang sedang gue buat, tiba-tiba di layar monitor laptop muncul layer notice yang memberitahukan kalau laptop gue terkena virus. Gue gak ingat nama virus-nya apa. Namun satu hal yang gue ingat, seketika itu juga aktifitas menulis yang sedang gue lakukan, terhenti.

 

Kepanikan segera melanda. Jujur, gue agak gaptek dalam penanganan virus komputer. Dulu, teman gue bilang, kalau komputer kita terserang virus, di restart saja. Gue restart dah, laptop gue. Namun ternyata, virus itu bukan virus kelas abal-abal, jadi gak ngaruh walau laptop di restart. Bahkan kemudian gue ketahui, kalau di restart, virus-nya malah makin berkembang biak (they cloning themself).

 

Harus gue akui, semenjak itu laptop dibeli, gue nggak pernah melakukan updating atas windows-nya. Padahal, updating windows perlu dilakukan secara berkala (biar gak capek atau takut lupa melakukannya, aktifkan saja secara otomatis), karena akan mengupdate-kan pula Microsoft Security Essential (MSE), yaitu sistem proteksi terhadap serangan virus dari Microsoft.

 

MSE ini pula yang memberitahu gue (lewat tampilan layer notice) tentang adanya virus yang masuk dan mulai merebak ke dalam sistem pada laptop gue.

 

Sebenarnya, gue masih bisa melanjutkan menulis. Masalahnya, virus tersebut membuat layer noticesering kali muncul di layar monitor laptop. Warning yang diberikan juga nambah satu, apabila tidak dilakukan scanning secepat mungkin, laptop gue bisa crash.

 

Gak ada pilihan, selain mencoba membunuh itu virus. Supaya prosesnya cepat, gue nanya sama sejumlah orang teman dan adik gue. Mereka bilang, ada 2 metode yang bisa dilakukan. Update windows dan cari scanning gratisan di Google.

 

Well, kedua langkah itu gue lakukan. Busyet dahhhh... ternyata file yang harus gue update, besarnya 168 MB. Mau gak mau, harus di lakoni deehhhh... walaupun proses download berjalan cukup lama,loading nya jadi berat karena ada virus itu. Starting download, sekitar jam 13.00. Baru selesai jam 15.30, dan itu belum termasuk proses uploading ke dalam system komputer gue, yang makan waktu kira-kira 1,5 jam lebih.

 

Sore-sore, adik gue SMS. Katanya, jangan sentuh laptop-nya kalo udah di update. Biar nanti malam dia yang selesaikan. Adik gue minta supaya gue download anti-virus gratisan terbaru di Google. Walau dah capek, terpaksa deh gue lakonin. Sekitar jam 18.30, adik gue pulang. Dia minta istirahat dulu sejenak sebelum bekerja membersihkan laptop gue dari virus.

 

Menjelang tengah malam, adik gue keluar kamar. Katanya udah selesai dibersihkan. Virus yang masuk adalah virus baru. Di entry pada tanggal 19 April 2011. Artinya, virus itu baru berumur 3 hari ketika memasuki laptop gue. Tapi adik gue minta supaya gue nggak pakai dulu laptop-nya. Dia bilang, mau diconditioning agar benar-benar sehat kembali.

 

Kata adik gue, beberapa waktu yang lalu, komputer-komputer di kantornya juga diserang virus dengan jenis yang sama. Sempat kerepotan dia. Tapi akhirnya bisa ditangani walau memakan waktu karena komputer yang terkena virus, cukup banyak.

 

Berita tentang laptop gue yang kena virus, tersebar dengan cepat. Ada yang bersimpati, tapi ada juga yang melepas semua kata-kata yang gak enak di telinga. Katanya : "Makanya, gak usah dowload dan buka-buka situs bokep..."

 

Gue ngaku, kalo jari-jari dan otak gue lagi iseng, terkadang gue buka situs bokep. Setidaknya, kalau di televisi ada berita tentang unggahan yang baru beredar di suatu daerah, baik antar telepon selular, maupun sudah beredar di internet. Saat ini gue lagi berusaha, kebiasaan jelek itu, gak gue lakukan lagi.

 

Tapiiiii... virus itu masuk saat gue lagi gak buka situs bokep. Asli, selain main game Social City di facebook, gue hanya lagi searching artikel yang berkaitan dengan artikel yang lagi gue buat. Entah gak sengaja kepencet banner (yang biasanya ada di sekitar laman web), atau memang ada di situs web yang gue buka. Gue bener-bener gak tahu.

 

Setidaknya, ada pelajaran menarik dari peristiwa itu. Gue jadi mengaktifkan sistem updating windowssecara otomatis dan melakukan scanning secara berkala. Sejak saat itu, ada beberapa virus yang masuk. Berhubung anti-virus di MSE selalu update, virus-virus itu dapat dibunuh dalam waktu singkat.

 

Hmmm... sebenarnya ada satu cerita menarik yang gue peroleh setelah beberapa bulan peristiwa itu terjadi. Gue bilang menarik, karena beberapa orang yang waktu itu "menampar" gue dengan kata-kata mereka setelah tau laptop gue kena virus, ternyata tidak meng-update windows mereka juga.

 

Kondisi itu gue ketahui saat gue "berhasil" membuka atau melihat laptop atau PC mereka saat aktif. Simbol bendera yang ada di pojok kanan bawah, berwarna merah, yang artinya komputer mereka rentan terserang virus. Waktu gue tanya apa mereka gak meng-update windows mereka, jawaban yang mereka berikan : ada seribu satu macam alasan. Kalo dengar jawaban mereka, gue menduga, mereka gak tahu bagaimana cara mengaktifkannya. Huuuffff...

 

Aaaahhhh... manusia, manusia. Begitu mudah melemparkan kata-kata "tamparan" ke orang lain, padahal dirinya sendiri melakukan kelalaian yang sama. Perbedaan antara gue sama mereka ada 2 : Pertama, komputer mereka belum kena virus, sedangkan punya gue sudah. Kedua, gue gak "menampar" mereka dengan kata-kata gue oleh karena kelalaian mereka (yang belum berdampak fatal) itu, setelah gue mengetahuinya. 

 

Mereka mungkin gak buka situs porno. Tapi itu bukan berarti, komputer mereka gak bisa terserang virus, seperti yang terjadi pada komputer gue. Apalagi kalau komputer mereka : setiap hari (bahkan setiap saat) terkoneksi dengan internet. sering menggunakan flashdisk yang pernah dipakai di sejumlah komputer lainnya, atau pernah dipinjam orang lain tanpa kita benar-benar tau (terawasi), apa yang mereka lakukan dengan komputer kita itu. 

 

Pelajarannya :

PERTAMA

Jika ingin menegur orang lain, lakukan dengan kasih. Ketahui dulu apa pokok permasalahnnya. Jangan asal ngomong. Ceritanya akan terasa berbeda kalau ternyata kita ketahuan melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari.  

 

KEDUA

Apa yang terjadi atau dialami oleh orang lain, bisa juga terjadi pada diri kita. Jadi gak ada salahnya, saat kita tahu atau dengar ada orang mengalami suatu peristiwa yang juga bisa menghampiri kita, gak ada salahnya untuk melakukan langkah-langkah antisipasi. Pengalaman orang lain, jadi pelajaran untuk kita. 

 

.Sarlen Julfree Manurung


Labels: 0 comments | | edit post
My Mind

Kalau sedang ada waktu luang atau sedang jenuh di rumah, saya sering pergi ke warung tenda milik Pak Huda yang ada di mulut gang menuju rumahku. Selain untuk menyantap makan malam, tujuan saya kesana adalah untuk ngobrol, menikmati es teh manis atau sekedar menikmati suasana malam.

Di warung tendanya itu, Pak Huda berjualan pecel lele dan pecel ayam, jenis usaha yang selama ini telah menjadi trademark usaha dagang orang-orang asal Lamongan, Jawa Timur. Pak Huda sendiri berasal dari Lamongan.

Kelebihan dari makanan yang dijual Pak Huda, berada pada sambal racikannya. Sambal terasi buatan Pak Huda, memiliki citra rasa tersendiri. Tingkat kepedasannya, cukup menggetarkan lidah.

Rasa dari sambal hasil racikan Pak Huda, memang memiliki sensasi rasa, tidak hanya didominasi oleh pedasnya cabai, namun ada rasa manis dan asamnya, sehingga menghadirkan kenikmatan tersendiri pada saat menyantap lele atau ayam goreng.

Bagaimana pun, makan pecel lele atau pecel ayam, akan lebih bisa dinikmati apabila pedagangnya mampu membuat cita rasa tersendiri atas sambalnya. Tanpa sambal yang menggugah selera, akan sama seperti makan pecel lele atau pecel ayam di rumah sendiri (gak harus enak, yang penting bisa di makan dan bikin kenyang).

Lokasi warung tenda milik Pak Huda, ada di pinggir Jalan H. Naman (jalan utama menuju TPU Pondok Kelapa), tepatnya ada di seberang dealer motor Yamaha, sekitar 500 meter dari persimpangan jalan dengan Jalan Raya Kalimalang (lampu merah Transito).

Di sepanjang Jalan H. Naman sendiri, ada 10 warung tenda lain dengan jualan makanan yang sama dengan menu yang dijual Pak Huda.

Semenjak buka pada pertengahan tahun 2008 lalu, Pak Huda sama sekali tidak pernah melakukan upaya promosi atas usaha dagangnya. Akan tetapi kini Pak Huda telah memiliki banyak pelanggan setia, yang datang untuk makan atau memesan untuk dibungkus dan dibawa pulang.

Beberapa waktu yang lalu, warung tenda milik Pak Huda juga pernah dikunjungi oleh orang penting, yaitu mantan menteri yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Syaefullah Yusuf. Waktu itu, Bapak Syaefullah Yusuf belum menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur, tapi masih menjabat sebagai Ketua Umum PB Anshor.

Anak penyanyi Ahmad Dhani, Al, juga pernah makan malam di warung tenda milik Pak Huda. Saat itu Al datang bersama asisten dan pembantunya.

Beberapa pesantren dan kelompok pengajian yang berlokasi di Pondok Kelapa, juga sering memesan makanan dari Pak Huda. Selain itu, para karyawan pabrik roti Batavia, juga suka makan malam atau membawa pulang berbungkus-bungkus makanan yang dibeli dari warung tenda “Restu Bunda” milik Pak Huda.

Sewaktu musim kampanye legislatif dan pemilihan presiden tahun lalu, para anggota tim sukses dari sejumlah partai politik (diantaranya ada Partai Demokrat, Partai Hanura, dan PDI-Perjuangan) juga memesan makanan dari warung tenda milik Pak Huda untuk kebutuhan kampanye dalam ruangan.

Bahkan, sejumlah TPS yang ada di seputaran Jalan H. Naman, juga memesan berbungkus-bungkus nasi beserta pecel lele dan pecel ayam (utamanya pecel ayam), untuk disajikan kepada para petugas yang belum selesai melakukan penghitungan suara hingga malam hari.

Saya sendiri, kalau ada teman-teman saya yang datang berkunjung ke rumah, saya juga membawa mereka untuk pergi makan malam disana.

Pengunjung harian warung tenda Pak Huda, meskipun tidak membludak, namun cukup ramai. Dalam sehari, Pak Huda menyediakan 48 potong ayam dan 3 kilogram ikan lele. Jumlah ayam serta ikan lele yang disediakan akan ditambah pada saat weekend.

Walau demikian, terkadang Pak Huda masih saja membawa pulang beberapa potong ayam dan beberapa ekor ikan lele saat tutup warung sekitar jam 2 pagi (mulai aktifitas jualan sekitar jam 17.30 sore) apabila pengunjung sedang tidak ramai.

“Biasa itu, namanya juga dagang,” kata Pak Huda kalau pengunjung sedang sepi.

Skala usaha dari warung tenda yang dijalani Pak Huda, memang tidak besar. Namun demikian, Pak Huda tidak pernah mengeluh kalau dagangannya tidak habis terjual.

Pak Huda adalah seorang yang tekun. Penampilannya bersahaja. Orangnya ramah, mudah bergaul, serta senang bercanda. Daya tarik terbesar dari Pak Huda yang saya senangi adalah : dirinya selalu mengucap syukur atas hasil yang diperolehnya dari berdagang pecel lele dan pecel ayam.

“Alhamdullilah Pak, Tuhan masih kasih saya rejeki,” katanya pada saya saat warung tendanya terlihat sepi-sepi saja.

Mungkin, karena dirinya tidak pernah lupa mengucap syukur, Tuhan tidak pernah membuat warung tendanya, tidak membawa rejeki bagi Pak Huda.

Usaha warung tendanya itu sendiri, telah dirintisnya semenjak Pak Huda masih bujangan, dan masih belum mempunyai apa-apa. Saat ini Pak Huda telah menikah serta memiliki seorang anak. Di rumah kontrakannya, Pak Huda telah memiliki televisi, lemari es, dan sepeda motor (walaupun motor tua) yang dipakainya untuk belanja keperluan warung.

Saya percaya, apa yang dicapainya saat ini, karena Pak Huda tak pernah lupa mengucap syukur pada Tuhan. Bagaimana pun, Tuhan adalah sumber karunia bagi orang yang percaya kepadaNya.

Lebih dari 4.200 orang membuka usaha warung tenda pecel lele serta pecel ayam di seluruh wilayah Jabotabek. Banyak diantaranya masih dalam tahap merintis mencapai tangga kesuksesan meskipun sudah bertahun-tahun membuka usaha.

Padahal, jika mereka mau berinovasi, mencoba membuat racikan bumbu yang tepat untuk menjaga kualitas rasa dari lele atau ayam yang disajikan, dan membuat racikan sambal yang dirasakan bisa di terima oleh lidah seluruh masyarakat, niscaya, para pelanggan akan datang dengan sendirinya.

Dalam bulan puasa, warung tenda milik Pak Huda tetap buka jam 17.30, namun jam tutupnya lebih lama, yaitu hingga saat sahur, untuk memenuhi kebutuhan warga yang ingin buka puasa dan makan sahur dengan menu pecel lele atau pecel ayam (ada pete juga lhooo...)

Jika ada waktu dan kesempatan, rekan-rekan bisa merasakan sendiri kenikmatan makan di warung tenda milik Pak Huda. Saya tidak menjanjikan, setelah makan pecel lele atau pecel ayam di warung tenda milik Pak Huda, kenikmatannya akan sampai terbawa ke dalam mimpi. Namun saya percaya, rekan-rekan akan ingin datang untuk makan lagi disana.  

Bagi rekan-rekan yang menjalankan ibadah puasa, selamat berpuasa. Maafkan saya jika saya pernah melakukan atau berkata-kata yang kurang menyenangkan hati rekan-rekan sekalian.

 

 

.Sarlen Julfree Manurung

Labels: 1 comments | | edit post
My Mind

Hari Minggu kemarin (24/07/11), aku dan pacarku tercinta, Ira Rupina Sinaga, mengunjungi Gandaria City. Niat datang kesana adalah untuk lunch dan wasting time. Kami memilih untuk makan di food court yang ada di mall itu.

Usai lunch, kami putuskan untuk menonton film Catatan Harian Si Boy di Bioskop XXI yang masih diputar di sana.

Film ini cukup menarik. Daya tariknya ada pada sejumlah dialog yang mengandung nilai-nilai filosofis kehidupan yang bisa dipetik oleh penonton film ini. Akan tetapi, secara keseluruhan, jalan cerita dari film itu, agak dipaksakan. Berbeda dengan film Catatan Si Boy yang dulu pernah meramaikan jagad perfilman Indonesia di tahun 1980-an lalu. 

Tulisan ini, bukan ingin memberikan kritikan lebih mendalam tentang film Catatan Harian Si Boy yang aku dan Ira tonton. Menurut aku, walaupun gak masuk ke dalam film kategori bintang empat atau lima, namun film Catatan Harian Si Boy ini, merupakan tontonan yang cukup menghibur.

Usai menonton, Ira mengajak aku untuk mengunjungi restaurant keluarga yang menyajikan menu andalan berupa kudapan roti bersalutkan ice cream. Sewaktu merayakan ulang tahun tanggal 18 Juli kemarin, Ira membawakan aku kue ulang tahun dari restaurant keluarga ini.

Di restaurant keluarga itu, aku memesan teh tarik, sedangkan Ira memesan Ogura Ice Cream, yaitu makanan berupa potongan-potongan roti berbentuk dadu yang diberi ice cream dan taburan kacang merah diatasnya.

Saat menikmati makanan yang kami pesan, kami sempat berbicara dengan salah seorang manager on duty dari restaurant itu. Jujur, aku benar-benar tidak mengira, kalau pria yang ada dihadapan aku sama Ira itu (saya menduga, usianya berkisar 24-an tahun) yang sempat berbicara dengan kami tersebut, adalah seseorang manajer.

Why? Karena tampilannya tidaklah seperti sosok seorang manager restaurant yang biasa saya temui di berbagai restaurant keluarga yang ada di banyak tempat.

Orangnya tidak gemuk dan tidak juga terlalu tinggi. Kulit badannya cenderung agak hitam, wajahnya tidak mulus (agak jerawatan), serta menggunakan kacamata dengan bingkai agak tebal berwarna hitam. Selain itu, pakaian seragam yang dikenakannya, menurut saya, adalah pakaian yang dipakai, dicuci, dijemur hingga kering, di setrika, dan dipakai lagi.

Maaf, saya sama sekali tidak bermaksud menghina penampilannya, atau tulisan ini aku buat untuk merendahkan harga diri manager restaurant yang kami kunjungi itu, karena memang, seperti itulah visualisasi penampilan manajer restaurant itu yang aku tangkap, saat aku dan Ira berbincang-bincang dengannya.

Faktanya memang demikian. Bisa dibilang, penampilan dari sang manajer, kalah keren dari sejumlah anak buahnya sendiri. Tapiii... ini cuma pandangan pribadi aku saja lhooo...

Well, harus aku akui, rasa kaget mengemuka karena aku berpikir dengan sudut pandang yang selama ini pernah aku temui saja, yaitu para manajer yang selalu tampil keren, sehingga ketika berjumpa dengan manajer restaurant itu, aku hanya terdiam.  

Aku sudah salah dalam menilai hanya karena melihat penampilan dari manajer restaurant itu. Nampaknya, aku sudah “menabrang” isi dari ungkapan lama yang berkata : “Don’t judge a book from the cover”, walaupun penilaian itu tidak aku nyatakan secara terbuka kepadanya.

Sepertinya, konsepsi pemikiran yang sama juga ada saat kami berdua berjalan melintasi sekumpulan sales kartu kredit yang bergerombol berdiri di salah satu selasar yang ada di Gandaria City. 

Meskipun kami melintas di depan mata mereka, akan tetapi tidak ada seorang pun dari antara mereka yang datang mendekati kami untuk menawarkan menggunakan kartu kredit dari bank yang mempekerjakan mereka, oleh karena penampilan kami yang biasa-biasa saja.

Kami memang tampil apa adanya. Aku mengenakan T-Shirt bergambar logo klub sepak bola Juventus warna hitam, dipadu dengan jaket bahan warna hitam, celana bahan warna hitam, dan beralas kaki sandal merk Diadora berwarna hitam. Aku juga membawa tas kecil yang berisi netbook.

Ira sendiri mengenakan T-Shirt warna pink serta celana pendek bahan warna cokelat muda. Alas kaki yang dipakai Ira adalah sendal jepit warna pink. Benar-benar simple.

Busana yang kami kenakan, adalah pakaian yang biasa kami pakai kalau kami lagi jalan-jalan berdua. Harganya tidak mahal, dan bukan pula pakaian yang baru / belum lama kami beli. Pakaian yang kami pakai saat itu, memang tidak ada kesan mahal atau menunjukkan citra seseorang yang berasal dari kaum berada.

Tampilan kami berdua memang santai. Kami berdua memang hanya mengandalkan kerapian dalam berpakaian semata. Yang penting, kami merasa nyaman dengan pakaian yang kami pakai. Kami bisa saja tampil keren dan glamour, tapi bergaya modis bukanlah tujuan kami keluar rumah saat itu.

Kalau saat itu kami agak sedikit “lecek”, karena saat itu kami menggunakan sepeda motor sebagai moda transportasi ke mall itu. Selain itu, kami juga kurang istirahat pada malam harinya.

Mungkin karena pakaian yang kami kenakan tergolong sederhana dan penampilan kami yang sedikit “lecek” (dalam arti, sama sekali tidak menampilkan citra orang kaya), membuat kami berdua sama sekali tidak dilirik oleh para sales kartu kredit itu.  Padahal, belum tentu kami tidak memiliki kesiapan diri untuk memegang kartu kredit.

Aku dan Ira, memang bukan dari kalangan berada. Namun itu bukanlah berarti kami tidak terbiasa dengan bentuk transaksi keuangan menggunakan kartu kredit, sebab kami berdua, pengguna kartu kredit (meskipun aku bukan pengguna aktif kartu kredit -> that is not my type).

Dalam banyak kesempatan, kita sering kali menilai orang lain dari tampilan fisik dan pakaiannya saja, karena memang, penampilan merupakan hal yang pertama kali di lihat orang lain. Padahal, dibalik penampilan yang sederhana atau biasa saja, ada banyak orang yang memiliki otak cemerlang, harta yang melimpah, atau kemampuan leadership yang baik.

Yaa.. terkadang kita terlalu cepat menarik kesimpulan tentang pribadi atau kemampuan orang lain, hanya dari “kulit luarnya” (penampilannya) saja, tanpa pernah mencoba menyelami sisi lain dari kepribadian orang yang kita beri penilaian.

Dalam bekerja, pakaian memang bisa menjadi gambaran siapa diri kita. Semakin tinggi level jabatan yang kita pegang di tempat bekerja, ada baiknya kalau kita sesuaikan dengan gaya atau penampilan kita, tidak tampil apa adanya saja. Bagaimanapun, pakaian yang kita pakai, bisa menjadi cerminan citra tempat kita bekerja.

Memang ada banyak faktor yang menjadi alasan kenapa seseorang ingin tampil sederhana atau biasa-biasa saja. Bukan karena tidak mampu untuk membeli pakaian baru dengan harga mahal, tapi karena merasa nyaman dengan yang dikenakan. 

Berpenampilan sederhana itu, bukan berarti seseorang tidak memiliki apa-apa lhooo... Namun dapat pula menjadi pertanda, seseorang itu tidak ingin menunjukkan apa yang dimilikinya, sehingga dapat bergerak bebas tanpa mengundang adanya tatapan mata atau sebentuk perhatian lain dari orang-orang disekitarnya. 

Dalam hal ini, quality of life kita tidak ditunjukkan melalui penampilan fisik atau busana yang kita kenakan, akan tetapi melalui tutur kata yang sopan dan perilaku yang santun, serta gaya hidup yang sehat. Ada kesadaran diri, bahwa diatas langit, masih ada langit, jadi gak perlu meninggikan dagu.  

Namun tetap saja kita harus memperhatikan atau menyesuaikan pakaian dengan tempat kita berada. Kalau sedang bekerja, pakailah pakaian yang layak dan pantas, Jika pimpinan di kantor, berusahalah untuk tampil layaknya seorang pimpinan, gak harus mengikuti tren mode. Soal citra rasa, kita gak harus mengikuti arus, tapi gak ada salahnya untuk menyesuaikan.

Pada sisi yang lain, kalau kita gak "dilirik" orang lain saat hang-out karena penampilan kita yang gak oke, tidak perlu marah atau kecewa. Santai saja, selama keberadaan kita tidak mengganggu orang lain, kita bisa bergaya sekena hati kita, coz yang tahu bagaimana cara kita menikmati jalan-jalan, adalah diri kita sendiri, bukan orang lain. 

Well, ternyata, ada banyak story yang bisa di dapat saat aku dan Ira jalan-jalan di Gandaria City.


.Sarlen Julfree Manurung



Labels: 0 comments | | edit post
My Mind

Hari Kamis kemarin (16/06/11), saya mendapat e-mail untuk menghadiri interview pekerjaan. Tentu saja, saya bersukacita membacanya. E-mail itu segera saya balas dengan mengatakan, “I’ll be there.”

Saya sendiri tidak melakukan persiapan khusus untuk menghadapi interview tersebut. Bisa dibilang, persiapan yang saya lakukan hanyalah mencari serta membaca bahan-bahan literasi dari google, lalu pergi ke rental pengetikkan dekat rumah untuk nge-print CV karena stok CV saya sudah habis.

Kegiatan interview itu sendiri berlangsung sore hari. Tepatnya, jam 16.30 WIB. Oleh sebab itu, saya mencoba untuk santai karena saya sendiri tidak ingin tegang saat menghadapi interview.

Akan tetapi, ternyata saya sendiri tidak bisa benar-benar santai, karena laptop saya tertular ratusan virus komputer dari flashdisk yang saya pakai untuk nge-print. Semenjak pagi hingga menjelang siang hari Jum’at itu, konsentrasi saya terbagi 2, antara membaca bahan literasi, dan membunuh ratusan virus yang sempat masuk ke laptop saya. Praktis, saya hanya bisa bersantai tidak lebih dari 1 jam.

Tadinya, saya ingin membawa mobil, namun saya tidak bisa melakukannya karena kantor yang memanggil saya untuk interview, berada di jalur three in one. Saya berangkat dari rumah jam 14.50, dengan perkiraan, saya sudah tiba di tempat sebelum jam 16.30.

Namun ternyata, perjalanan saya dari rumah, tidaklah lancar. Pada sore hari itu, jalan tol dalam kota, semenjak Halim hingga Komdak, macet berat. Sepertinya, kecepatan bus feeder jurusan Jababeka – Blok M yang saya tumpangi, antara 5 hingga 60 km/jam saja.

Rasa cemas membuat saya berdoa dalam hati, memohon pada Tuhan agar saya bisa tiba tepat waktu. Selain berdoa, hati saya juga dipenuhi harapan, agar supir bus dapat mengemudi lebih lincah lagi dalam mengambil jalan. Namun harapan Cuma harapan, karena nampaknya, supir bus yang saya tumpangi itu, adalah orang yang tertib, mengemudikan bus hanya di jalur tol pada lajur kiri.

Dan... yes, saya tiba terlambat 10 menit. Meskipun saya kebelet buang air kecil, tapi saya memilih untuk segera saja menuju lantai 23 gedung Perkantoran Ratu Plaza, letak kantor yang memanggil saya interview, saya tidak ke toilet terlebih dahulu.

Pada saat masuk, saya ditemui oleh Ibu Lita. Beliau lalu meminta saya untuk mengisi formulir isian. Ada 4 lembar form yang harus saya isi. Kesemuanya, berbahasa Inggris. 

Usai mengisi formulir tersebut, saya diminta untuk menunggu, sebelum saya bertemu dengan Ibu Bingah Suseno, pejabat kantor yang melakukan interview pada saya, dengan ditemani oleh Ibu Lita.

Awalnya, Ibu Bingah Suseno bertanya hal-hal umum pada saya sambil sesekali menjelaskan, bergerak di bidang apa perusahaan tersebut => design interior for office. Ibu Bingah berkata, pengguna jasa dari kantor tersebut didominasi oleh perusahaan-perusahaan asing yang berkantor di Indonesia. Beliau lalu bertanya saya, apakah saya mampu berbahasa Inggris secara oral or written dengan baik.

Menjawab pertanyaan Ibu Bingah, saya berkata, “Yes, i can, not excellent, but not bad too.”

Proses interview selanjutnya, berlangsung dalam bahasa Inggris. Hampir seluruh pertanyaan Beliau bisa saya jawab dengan lancar, termasuk diantaranya, saat saya diminta Ibu Bingah bercerita soal pengalaman kerja saya di bidang rancang bangun selama ini.

Kepada Ibu Bingah Suseno juga saya jelaskan, spesialisasi saya adalah perencana dan juga pelaksana proyek rancang bangun rumah. “Tapi, saya lebih condong menangani struktural bangunan dibandingkan interior nya.”

“Oouwww... I see. But, what we need right now is project manager with sufficiant experiences on handling interior design project, familiar with interior design job, especially, in project office.”

Pernyataan Ibu Bingah tersebut segera saya jawab dengan :

“Interior design is a part of my job when i’m work in PT. GMP. When my office give me an order to be a leader of building houses project, in that point, i’m not only talking about the consept of design to the client. I give the client my profesional opinion and solution about fasade, lighting, railing, design, models and position of furniture. Sometime, i give my client a concept of landscape for the house too."

"When i'm writing the legend or specifications of building materials, i also put in the information about building materials that i want to using at, like : what is building materials that i'm using for railing (stainless, wood, glass, iron, or any else), what is the brand of paint and paint colors that i'm using, what is the types of lights that i'm using for every room, what is building materials that i'm using for the floor : tiles, marble, or parquet, etc." 

"I think, if we talking about building materials and furniture on design building project, we already talking about interior design. When i do presentation in front of my client about my concept of design, maybe i'm not expose it in detail, because i have a teamwork to do that (preparing the concept design for interior). But i know, my sketch design, they can realized it."

Saya akui, beberapa pertanyaan Beliau, ada beberapa yang tidak lancar saya jawab. Kok bisa? Iya, karena terkait dengan bahasa teknik. Saya tidak sempat mempelajarinya sebelum berangkat interview.

Usai menjawab sejumlah pertanyaan lain yang disampaikan oleh Ibu Bingah Suseno, Beliau lalu berkata, kalau pemilik perusahaan adalah orang Indonesia yang memiliki suami orang Amerika Serikat. Ibu Mirna namanya.

Pada saat interview atas diri saya berlangsung, Ibu Mirna dan suaminya sedang berada di Rhodes Island, Amerika Serikat.

“And she want to talk with you right now”, kata Ibu Bingah sambil mengarahkan laptop yang ada di depan Ibu Lita. “We do it this interview in teleconference.”

Wallaa.. ini benar-benar sebuah pengalaman baru buat saya. Seumur-umur, baru kali ini saya menghadapi proses interview jarak jauh. Saya juga belum pernah mendengar ada teman saya atau orang lain yang pernah menghadapi interview secara teleconference. Mungkin, di luar negeri, mereka biasa melakukannya.

Pertanyaan pertama Ibu Mirna adalah : “What is your name, Bapak?”

Tentunya, saya menjawab pertanyaan Ibu Mirna tersebut dengan menyebutkan nama panjang saya dan nama panggilan saya.

Pertanyaan kedua Ibu Mirna sempat membuat saya berpikir keras karena langsung bertanya soal prinsip kerja yang biasa jalani dalam mengelola project, khususnya dalam memodulasi pekerjaan dan menjalankan program aplikasi MS Project sepanjang karir saya.

Yes, this not easy question for me to answer it. But, i try to give a good answer.

Waktu itu, yang terpikirkan dalam benak pikiran saya adalah soal presentasi. Oleh sebab itu, saya menjawab pertanyaan kedua Ibu Mirna tersebut dengan menyebutkan prinsip-prinsip presentasi yang biasa saya lakukan selama ini.

Sedangkan untuk menjawab pertanyaan tentang MS Project, saya katakan kepada Beliau, kalau saya kurang menguasai aplikasi komputer MS Project, dan pada saat bekerja di PT. GMP,  ada staff saya yang membantu saya dalam menggunakan MS Project.

Selanjutnya, saya hanya membaca laporan mereka lalu membandingkannya dengan kondisi di lapangan. After that, saya memberikan arahan.

Ibu Mirna lalu bertanya pada saya, apa yang saya lakukan apabila saya menghadapi situasi, project yang saya pimpin, sudah mendekati batas dateline?

Pertanyaan Ibu Mirna saya jawab dengan : I will change the working schedule immediately, to be every day and over time. And if i have permit from my boss, i will raise new staff. 

Masih ada sejumlah pertanyaan yang disampaikan oleh Ibu Mirna. Namun saya tidak ingat semuanya. Kebanyakkan, Ibu Mirna banyak bertanya masalah teknis. Jujur saja, masalah teknis kerja dalam proyek interior, saya kurang menguasainya.

Beruntung sekali, ketika saya terlihat agak tersendat-sendat dalam memberikan jawaban, Ibu Bingah Suseno membantu saya memberikan jawaban. 

Kondisi selanjutnya, prosesi interview dengan Ibu Mirna melalui teleconference, tidak berjalan lancar, karena beberapa kali terjadi gangguan audio.

Interview dengan Ibu Mirna, akhirnya dianggap sudah cukup karena Ibu Mirna sering kali tidak mendengar suara saya, meskipun saya sudah agak berteriak dalam menyampaikan jawaban. Saya dan Ibu Mirna agak frustasi menghadapi audio yang sering kali tidak dapat diterima dengan baik oleh Ibu Mirna. Keadaan ini membuat saya sering mengulang jawaban, pada sisi yang lain, Ibu Mirna hanya mengatakan : “I can’t hear your voice, Bapak.”

Interview tersebut selesai kira-kira jam 19.00 WIB. Sebuah proses interview terlama yang pernah saya hadapi.

Sebelum saya meninggalkan ruangan, Ibu Bingah mengatakan kalo saat ini mereka sedang membutuhkan sejumlah karyawan baru. Saya, adalah orang pertama yang mereka undang untuk melakukan interview. Sedangkan yang lain, masih dalam penjadwalan.

Oleh sebab itu, mereka belum bisa memberikan jawaban soal diterima atau tidaknya saya untuk bekerja di kantor itu. Beliau menjanjikan, sebelum tanggal 30 Juni 2011, mereka sudah mengkonfirmasikannya kepada saya. Usai bersalaman, saya segera meninggalkan kantor itu. Tujuan pertama saya, bukanlah menunggu di depan pintu lift untuk turun ke bawah, namun ke toilet untuk melepaskan ‘hasrat’ untuk buang air kecil..hahahaha..

So, that is my story. Cerita tentang aktifitas interview yang saya lakukan pada hari Jum’at kemarin. Semoga bisa menjadi " cerita dongeng" yang bermanfaat.


.Sarlen J. Manurung  alu,ingahor tersebut didominasi oleh perusahaan-perusahaan asing yang berkantor di Indonesia. tersebut. i 23 gedung Perkantoran

Labels: 0 comments | | edit post
My Mind
When I want to tell you about the most beautiful love in my heart, and it was never separated from the presence of you who fill my heart in my days.

I'm ahead of the days with you, in love, in anger ... in togetherness, in solitude ... in joy and in pain. Everything flows as a desire to love each other in unity among us.

Yes .. many things we have done together, so I could know you, and you know me well. It all could happen, because there is love between us.

Perhaps, a series of days of our togetherness, filled with anger, so sometimes, we are a lot of energy being drained to the same perception or to find solution. Indeed, it is not a mistake.

I know, there are things that are difficult for us to imagine that we can receive as a difference. But again I say, I'm glad we're going to learn to understand them. And that's why, I never changed to always love you. I choose you cause there's no reason to not choosing you.

All the passion of my love, will always be on you, not just good times, but also when unrest swept your heart.

When you are down, i do something to make you strong again. i'll do that, cause i don't want to see you sad. i'll do that, cause i want to see your smile again. i'll do that, because i love you.

It is important for me to see you happy : do everything, talking anything, and go anywhere, because i know, it's all going to liberate your heart, and can make you enjoy your life again. I will never spend time looking at you smiling happily.

When distance separates us, I know, if that's not going to change the whole feeling is in our hearts. It all happened, because we had carved out the love in writing each of our hearts.

Often times I am weak. I'm so sorry. I hope you know that it wasn't me. But it all has made me, not like me so far you see before your eyes.

Now, I hope, the greatness of the meaning of love, always in our hearts ... my heart and your heart. I do not want everything to dissolve in the troubled because we have not found an answer to the spirit and ideals of both of us. Believe me, all these things will happen, if we give into the hands of God, because God knows it will be our good intentions.

God Bless You, my dear.


I, who love you with all my heart.


.Sarlen Julfree Manurung
Labels: 0 comments | | edit post
My Mind
Tanggal 23 Januari 2009 yang lalu, saya beserta ibu dan sepupu saya, datang mengunjungi rumah kost tempat tinggal 2 orang sepupu saya, untuk membahas suatu masalah.

Meskipun masalah yang kami bicarakan merupakan sebuah masalah yang cukup serius dan perlu disikapi dengan kepala dingin, namun pembicaraan diantara kami berlima berlangsung santai serta penuh keakraban.

Kami semua bebas untuk angkat suara dan memberikan pandangan-pandangan atas masalah yang ada. Akhir dari pembicaraan tersebut diharapkan menghasilkan sebuah jalan serta upaya kompromi agar masalah yang ada, tidak berkembang kearah konflik horisontal.

Pada saat semuanya serius mengemukakan pendapat, pembicaraan kami yang sudah berlangsung selama beberapa jam, akhirnya terhenti sejenak pada saat sejumlah sms dari orang yang tidak dikenal, masuk ke no.hp XL aku.

Orang itu mengirimkan sms dengan menggunakan no.Esia 021963655967. Sms pertama dikirim pada jam 15.24. Isi dari sms itu :
"hai pak, pa kabar luw, udah gawe belum."

Datangnya sms dari orang yang tidak aku kenal itu aku tanggapi dengan satu pertanyaan singkat : "siapa ya?" yang aku kirimkan pada jam 15.26.

Tidak lama, orang itu membalas sms yang sebelumnya aku kirim sebagai balasan sms pertama yang orang itu kirim.
Isinya : "Wah, ms luw lupa, br kemaren gw kasih no gw ke luw."
Sms itu dikirimkan pada jam 15.28.

Aku membalas sms orang yang tidak aku kenal itu dengan kata-kata :
"Maaf, kyknya kamu salah org."
Sms itu aku terkirim pada jam 15.30.

Gak lama, sms balasan dikirim orang itu : "Tapi ni btl pa ciko kan?"
Orang itu mengirimkannya pada jam 15.31.

Sebenarnya, aku sudah mulai terganggu dengan kiriman sms dari orang yang tidak aku kenal itu sebab aku memang sedang konsentrasi dengan topik pembicaraan serius antara aku, ibu aku, dan ketiga sepupu aku. Tapi aku mencoba untuk tetap mengirimkan sms balasan bernada sopan.
"Sy bkn Pa Ciko."
Demikian bunyi sms balasan yang aku kirim pada jam 15.33.

Beberapa waktu lamanya, sms baru tidak masuk ke hp aku. Sebenarnya aku berharap orang itu mengerti kalau dirinya sudah salah mengirimkan sms (dia mengirimkan sms ke orang yang salah sebab aku memang bukan Pak Ciko. Aku juga tidak pernah menggunakan nama alias Pak Ciko).

Namun ternyata dugaan aku salah. Pada jam 15.52, orang itu mengirimkan sms lagi. Isi sms kirimannya : "Klo bkn pa ciko, ini siapa ya?"

Weekkkk... aku mulai be-te. Langsung saja aku kirimkan sms balasan ke orang itu :
"Lho, seharusnya sy yg tanya kamu siapa ya?"
Sms itu aku kirim jam 15.55.

Jam 16.01, orang itu membalas sms yang aku kirimkan tadi. Isinya : "siapa yah?"

Yup, aku mulai kesal. Tapi aku tetap mengirimkan sms bernada datar untuk memberitahu orang itu bahwa dia telah salah orang.
"Kamu salah org, sy bkn Pa Ciko. Kamu slh kirim sms."
Balasan sms itu aku kirim pada jam 16.04.

Sejenak aku berpikir, orang itu sudah mengerti dengan isi sms aku yang terakhir. Sebuah sms baru masuk pada jam 16.11, juga dari orang itu. Aku berharap dia mengerti dan merasa kalo memang sudah salah kirim sms ke nomor hp orang yang bukan temannya.

Bagian awal sms balasan dari orang itu, memang seperti yang aku bayangkan, tapi tidak untuk kalimat yang selanjutnya. Isi sms yang orang itu kirim bunyinya :
"Ya udah maaf pa,tai luw......?"

Weekkkk... kali ini, aku gak bisa menahan amarah. Sudah dikasih tau baik-baik, malah berucap kasar lagi. Aku pun membalas sms itu dengan kata-kata :
"Eee.. anjing, dikasitau baek2 ngomong kasar lg loe."
Aku mengirimkannya 4 menit kemudian setelah sms orang itu aku terima.

Orang itu sebenarnya membalas lagi, tapi sms balasan dari orang yang tidak aku kenal dan gak mau menyebutkan namanya itu, sudah aku hapus, jadi aku tidak tercatat lagi di hp aku.

Aku akui kalau aku salah telah mengirimkan sms balasan seperti itu karena memang kasar dan gak perlu aku tanggapi dengan kemarahan atas kiriman sms dari orang yang tidak tahu tata atur berkata sopan (yang akhirnya membuat aku pun sama seperti dirinya).

Jujur, aku terbawa emosi. Masalah yang sedang aku bahas dengan ibu serta sepupu-sepupu aku, belumlah selesai dan belum menemukan kata sepakat sebagai sebuah kesimpulan. Ketegangan pikiran yang sedang aku hadapi, akhirnya membuat aku juga tidak mampu menahan diri untuk menyampaikan balasan sms dengan kata-kata sopan dan berasal dari orang yang terdidik.

Terlepas dari kesalahan yang sama, dimana aku juga akhirnya menjadi kasar, sampai saat ini aku masih bingung, kenapa ada aja orang yang bersikap seperti itu. Kok ada ya, orang yang sudah dikasih tau hal yang benar, malah membalasnya dengan ungkapan yang gak enak untuk dibaca atau didengar.

Kayaknya, gak ada alasan untuk berkata seperti itu. Apalagi orang yang dikirimin sms, gak dia kenal. Bukankah tata krama itu seharusnya tetap dijaga?

Apa sudah seperti itu sikap dan perilaku sebagian masyarakat Indonesia, yang tidak bisa mengungkapkan kata-kata dalam batas sewajarnya dan menerima kalau dikasih tahu yang benar? 
My Mind
Beberapa hari lagi, umat Kristiani di seluruh dunia akan merayakan hari Natal. Mungkin, segenap persiapan untuk merayakan Natal, sudah dilakukan oleh banyak keluarga Kristen di seluruh dunia, mulai dari pasang pohon Natal, merapikan dan mendandani rumah, atau membeli pakaian baru. Sebuah tradisi yang terus terjadi setiap tahunnya.

Suasana persiapan untuk merayakan Natal, juga mulai dapat dirasakan gairahnya di rumahku. Hiasan Natal ukuran sedang telah tertempel di pintu depan rumahku. Pohan Natal ukuran kecil juga terpasang dengan lampu-lampu warna-warni yang mendendangkan lagu-lagu Natal bila sedang menyala.

Seharian tadi, kami berbenah membersihkan rumah. Dengan dibantu seorang sahabat aku, ruang-ruang yang ada di lantai dua (kecuali kamar Abang aku dan isterinya), mulai dibersihkan. Meskipun dilakukan oleh tiga orang, namun upaya bersih-bersih itu, sampai saat ini belum selesai juga karena terlalu berantakan serta penuh debu.

Kemarin, kamar Kakak aku sudah selesai di cat. Kamar itu di cat dengan kombinasi warna biru dan ungu, sebuah padu padan warna yang tidak terpikirkan sebelumnya untuk dipakai sebagai warna kamar. Warna biru pada bagian bawah (tinggi area 2 meter), sedangkan pada bagian atas diberi warna ungu (sisa area tinggi dinding), warnanya partai PDS, hehehehe...

Selain di cat, kamar Kakak aku itu, juga dibersihkan dan di tata ulang. Satu rak buku dan meja belajar dikeluarkan, digantikan dengan satu lemari pakaian 4 pintu serta 1 credanza, juga 4 pintu.

Nyokap aku juga membeli sejumlah tanaman hias, untuk menambah kerimbunan tanaman yang ada di halaman depan rumahku. Sejumlah tanaman lain yang selama ini ada pada area jemur di lantai dua rumahku, juga diturunkan. Daun-daun yang membusuk dibuang, taburan sampah-sampah yang ada disekitarnya, dibersihkan.

Kue-kue cemilan Natal, sudah dipesan. Contoh produk kue satu toples sudah pernah dibawa dan habis dalam waktu satu hari. Minuman coca-cola, pepsi dan fanta, telah tersedia. Demikian pula kacang kulit dalam jumlah cukup, telah pula siap untuk dihidangkan.

Well, yang belum terlihat hanyalah pakaian baru...

Tahun ini, aku tidak merayakan Natal dengan membeli pakaian baru. Tahun ini, pembelian pakaian baru terpaksa tidak menjadi prioritas utamaku karena beberapa waktu belakangan ini, aku terfokus pada upaya menolong sejumlah orang dan memberikan donasi kepada mereka yang memerlukan.

Aku memang sangat jarang membeli pakaian baru. Momentum perayaan Natal, sering kali aku gunakan untuk membeli pakaian baru. Alasannya sederhana saja, banyak diskon (yang belum tentu benar-benar produk yang di diskon oleh tokonya).

Tapi... sepertinya aku harus melupakan keinginan untuk membeli pakaian baru menjelang perayaan Natal tahun ini.

Entah kenapa, sejumlah orang teman, dalam tempo waktu yang hampir berdekatan, datang ke rumah aku atau aktif menghubungi aku. Tepatnya, ada 4 orang. Mereka adalah kawan lama, seorang sahabat, dan teman nongkrong aku.

Komunikasi yang mereka sampaikan hampir sama, mereka butuh bantuan aku untuk memberikan pinjaman uang.

Tiga dari empat orang itu, aku luluskan permintaannya. Sedangkan yang seorang lagi sulit aku penuhi, karena selain dana yang aku miliki juga sudah mendekati empty, aku juga tidak percaya dengan kisah yang dituturkannya, yang dipakai sebagai alasan untuk meminjam uang dariku.

Dua diantaranya, aku berikan dana cash. Sedangkan seorang lainnya, aku berikan dalam bentuk pekerjaan sebab aku tidak menginginkannya terbeban untuk mengembalikan uang aku satu saat nanti.

Pertemanan yang sudah terjalin cukup lama, dan kedekatan emosional antara aku dengan keluarganya, serta temanku dengan seluruh anggota keluargaku, membuat aku tidak tega untuk membebani dirinya dengan hutang.

Uang aku juga cukup tersedot untuk turut mendonasi mereka yang membutuhkan bantuan dana. Jumlahnya memang tidak terlalu besar. Namun, dana itu ikhlas aku berikan karena aku tahu, mereka memang butuh dukungan dan bantuan dari orang lain.

Dalam sebulan terakhir ini, aku memang lebih banyak pengeluaran dari pada pemasukkan. Uang pemasukkan tidak banyak aku peroleh karena hampir sebulan lamanya aku mengurus ke-4 anjing aku yang sakit. Waktu, tenaga dan pikiran aku banyak terkuras untuk menjaga dan mengurus mereka.

Sayangnya, 3 dari 4 anjing yang sakit, tidak kuat menghadapi penyakit. Jacko alias Bule, Akiko alias Cikung, dan Suzie... Mereka mati karena terkena sakit yang disebabkan oleh virus parko, virus yang mematikan bagi hewan yang masih berusia muda.

Ketelatenan aku membuat aku sakit maag. Kata dokter, termasuk akut karena aku juga dalam kondisi stress. Kondisi ini membuat aku tidak produktif dan hanya bisa beristirahat.

Aku semakin tidak produktif semenjak komputer aku di rumah mengalami kerusakkan cukup parah. Berdasarkan saran seorang teman, lebih baik diganti dari pada di servis.

Yaaahhhh... aku gak punya cukup uang untuk membeli yang baru. Banyak yang menawarkan komputer second, tapi aku tidak yakin dengan kualitas produk yang mereka tawarkan. Terpaksa deh, kegiatan yang terkait dunia tulis-menulis, aku lakukan dengan memanfaatkan kertas dan pena. Sedangkan untuk desain, aku memanfaatkan warnet tempat aku biasa browsing.

Ya, sudah... mau dibilang apa. Kalau mau dipaksain, aku mungkin saja bisa membeli pakaian baru untuk merayakan Natal. Tapi, setelah aku pikir-pikir, itu bukanlah sebuah keharusan. Aku bisa melakukannya (membeli pakaian) lain waktu.

Puaskah aku dengan kondisi demikian? Jujur, tidak. Sedih juga gak bisa beli pakaian baru. Sedih juga, gak punya uang.

Aku sudah memilih untuk membantu orang lain. Mungkin, "Natal gak lewat di depan pintu kamar aku." Tapi itu bukanlah akhir kehidupan. Karena aku tahu, Tuhan tetap sayang sama aku meskipun aku tidak membeli pakaian baru dan memakainya saat Natal.

Bukannya aku gak bisa menerima keadaan itu. Tapi, setelah 34 tahun usiaku, baru kali ini aku tidak membeli pakaian baru untuk aku kenakan pada saat perayaan Natal di Gereja.

Aku yakin, apa yang telah aku lakukan, tidak mungkin tidak ada maknanya untukku. Aku percaya, Tuhan akan memberikan aku rejeki dari sumber yang lain, sesuai dengan rencana dan kehendakNya.

Help me, GOD... Jangan biarkan diriku menangis...


I believe Him...


.Sarlen Julfree Manurung
My Mind
Hari ini lelah banget. Apalagi kemarin begadang sampai pagi. Benar-benar gak tidur. Rebahan baru aku lakukan jam 11.30 PM. Sempat ketiduran, tapi akhirnya benar-benar bangun karena badan terasa gerah. Padahal, udara sedang sejuk karena hujan akan turun. Kesejukkan udara tidak berarti banyak dengan suasana hati dan pikiran aku yang tidak bergairah. Lelah...

Kalau sudah begini, apa jadinya? Gak ada. Aku harus refreshing atau melupakan sejenak kepenatan yang tercipta. Santai sejenak... Tapi baru bisa hari Senin, karena besok dan hari Minggu, jadwal kegiatan tetap padat. Harus cari-cari waktu untuk istirahat nihhhh... Setidaknya, untuk rebahan...

Goodnight... Have a nice day & GBU All
Labels: 0 comments | | edit post
My Mind
Beberapa hari belakangan ini, melakukan perjalanan di udara terbuka, bukanlah sesuatu hal yang menyenangkan. Hembusan angin kencang membuat badan terasa meriang. Kondisi cuaca dengan hembusan anginnya, memang sedang benar-benar tidak bersahabat.

Meskipun banyak orang yang bisa menikmati hembusan kencang yang sampai menelusup ke tulang, aku lebih memilih untuk tidak menghabiskan waktu diluar ruangan. Aktifitas nongkrong aku praktis jauh berkurang karena aku tidak tahan dengan kerasnya hembusan angin. Apalagi, 2 minggu terakhir, aku kurang enak badan.

Yup, terjadinya wabah penyakit yang menyerang anjing-anjing kesayangan aku dan membunuh 2 diantaranya, membuat aku terserang sakit maag. Tiga minggu belakangan ini, virus parko membuat kondisi 3 dari 5 anjing kesayangan aku, drop. Bahkan 2 diantaranya tidak dapat bertahan dengan serangan virus yhang mematikan apabila tidak segera diambil langkah-langkah pencegahan.

"Aku harus menyelamatkan Emilly..." itulah ungkapan yang aku nyatakan dalam hati dan aku laksanakan untuk menyelamatkan salah satu anjing kesayangan aku yang masih bertahan dari serangan virus parko.

Usahaku tidak sia-sia. Saat ini Emilly dalam kondisi sehat. Namun, ketika Emilly telah dinyatakan sembuh, justru aku yang sakit. Derita sakit maag membuat aku tidak bebas beraktifitas. Sakit maag membuat aku benar-benar tidak nyaman.

Sejumlah tulisan yang sedang dalam masa pengerjaan, tidak dapat aku selesaikan. Untuk bisa memulai saja, aku sudah kesulitan, bagaimana mau menyelesaikannya...???

Entahlah... semua pekerjaan yang terkait tulis-menulis, terpaksa aku pending. Entahlah... dua minggu kemarin, aku benar-benar kepayahan. Padahal, selain kegiatan tulis-menulis, masih ada beberapa hal lain yang harus aku kerjakan.

Niat untuk merayakan 2 tahun jadian aku dan Ira, bahkan hampir batal dilaksanakan. Memang sih, ada perubahan rencana kegiatan, namun semua bisa berjalan lancar. Kepada Ira, aku menghadiahi 1 flashdisk 4 GB, untuk Ira pergunakan dalam beraktifitas dengan menggunakan laptop barunya. Btw, selamat ya, Mbem, atas laptop barunya...

Syukurlah, sampai hari ini, rencana kerja aku yang lain, dapat aku selesaikan. Minimal, garis besar pelaksanaannya, sudah terlihat, tinggal dieksekusi saja.

Atas ide Ira, dan didukung kemampuan imajinatif seorang teman dekat aku, sebuah desain brosur telah berhasil diselesaikan. Aku gak tahu apa pendapat teman-teman aku atas karya desain yang telah dibuat. Namun, empat orang teman aku yang lain mengatakan, desain brosur yang kami ciptakan, sudah termasuk perfect.

Rencana pengecatan kamar Kakak dan adik aku, hari ini mulai dilaksanakan. Seorang teman kuliah aku turut membantu proses pengerjaan pengecatan kamar Kakak dan adik aku itu.

Sisa rencana kerja lainnya, hanya kegiatan-kegiatan yang terkait dengan penyelenggaraan Natal.   

Well, aku harus mencermati keadaan cuaca apabila aku tidak ingin sakit pada saat perayaan Natal. Bagaimanapun, bagiku, Natal bukan hanya acara ceremonial tahunan yang harus dirayakan. Namun Natal memiliki arti mendalam, dimana aku semakin tahu dan menyadari, kalau Tuhan sayang sama aku... kamu... mereka... kita semua... anak-anak yang dikasihiNya.

Tahun ini, aku merasa, aku lebih dekat pada Tuhan. Aku banyak menuliskan renungan Firman Tuhan, dan menuliskan banyak hal yang bisa memotivasi orang lain agar hidup baik. Benar-benar sebuah kegiatan yang selama ini tidak aku pikirkan karena aku terlalu larung dengan kesenangan yang ditawarkan dunia ini.

Sebelum kegiatan menulis renungan itu aku lakukan, banyak hal gak berguna dan gak penting yang aku lakukan. Sedangkan pada sisi yang lain, Tuhan sudah menyatakan agar aku do something untuk kemuliaan dan kebesaran namaNya.

Awalnya memang sulit. Belajar nulis dengan membaca sejumlah buku renungan harian. Terus, aku juga mulai membuka-buka banyak majalah dan buku yang bisa memperkuat iman. Buku-buku yang selama ini ada di rumah aku (bahkan ada di kamar aku), tapi gak pernah aku sentuh...!!!

Setelah sejumlah tulisan berhasil aku selesaikan, adanya info kegiatan Cibfest yang diadakan jawaban.com, membuat aku benar-benar menggeluti dunia tulis-menulis renungan Firman Tuhan. Ternyata, banyak hal yang bisa aku sampaikan tentang Firman Tuhan.

Rencananya, aku mau membuat 52 tulisan renungan Firman Tuhan. Yup, sesuai dengan jumlah Minggu dalam setahun. Aku belum menghitung, sampai saat ini sudah berapa tulisan renungan yang sudah aku buat.

Sebentar lagi tahun baru. Aku belum punya rencana apa-apa untuk mengisi tahun baru yang akan kita semua jelang. Menikah? Itu target utama...

Itu aja dulu. Dah menjelang larut malam. Perut juga mulai lapar... ingin rasanya makan soto ayam... hangat...

Jaga kesehatan, yaaaa... teman-temanku sekalian...


GBU All


.Sarlen Julfree Manurung
Labels: 8 comments | | edit post
My Mind
Beberapa hari belakangan ini, aku banyak belajar untuk mengenali perilaku orang-orang di sekitar aku. Gak tahu kenapa, aku seperti mengulang kembali kegiatan memperhatikan perilaku orang-orang setelah lama kegiatan observasi perilaku itu tidak aku lakukan.

Aku bertemu dengan orang-orang baru karena pada saat ini aku sedang menyelesaikan dua project susah-susah gampang, pesanan Kakak aku sendiri. Kakak aku memberi aku tugas untuk menjual mobil Suzuki Katana yang Beliau miliki karena kini Beliau sudah memiliki mobil  Daihatsu Xenia sebagai mobil pengganti.

Aku juga diminta untuk mendekor ulang kamar tidurnya, yang sudah lebih dari 3 bulan terpaksa tidak ditempati karena dipenuhi oleh dudu anjing-anjing kesayangannya sehingga kamarnya cukup bau dan tidak layak untuk disebut kamar. Kakak aku meminta aku mengadaptasi interior kamar yang Beliau temukan di sebuah majalah.

Selain itu, seorang teman aku juga meminta aku untuk membuat sketsa dapur rumahnya yang ingin diperluas karena dapur yang ada selama ini, cukup sempit. Padahal, teman aku dan isterinya baru saja membeli beberapa peralatan dapur baru.

Berhubung terkait dengan dunia interior, aku akhirnya menghubungi seorang teman aku yang memiliki usaha desain interior bersama isterinya. Namun berhubung teman aku sedang ada project sendiri, aku akhirnya dipertemukan dengan asistennya dan team worknya.

Kalau dihitung-hitung, jumlah uang yang masuk, mungkin gak begitu besar. Tapi lumayan lah, untuk uang saku tambahan menjelang Natal. Iya, gak terasa sebentar lagi Natal.

Back to my life story yaaa...

Mungkin, karena menemukan suasana baru dan bertemu orang-orang baru, mau gak mau, aku harus menyesuaikan diri dengan perilaku yang mereka tunjukkan saat berkomunikasi denganku.

Sebenarnya, gak ada hal yang baru dan menarik dari orang-orang baru ini. Apalagi, sebagian besar dari mereka adalah orang-orang desain juga, sama seperti aku.

Bisa dibilang, mereka hanyalah varian dari konsepsi perilaku yang selama ini sudah aku temui. Namun ada perbedaan tentunya, mereka jauh lebih cerdas dan tidak mudah terpancing dengan pertanyaan pancingan yang aku sampaikan pada mereka.

Jaim... jelas, itu biasa dalam dunia pergaulan kalau kita baru pertama kali bertemu dengan orang baru. Agak males memang, bicara sama orang-orang yang bersikap jaim. Tapi mau dibilang apa, komunikasi harus tetap dibuka agar pekerjaan yang baru aku mulai, segera ada hasilnya.

Meskipun mereka adalah staff dari teman-teman aku, ternyata mereka susah diajak kompromi soal anggaran. Mereka tetap berpikiran cari untung yang sebesar-besarnya. Aku jadi gak enak sama teman aku, sebab teman aku itu bilang, aku akan di kasih harga teman, padahal nggak sama sekali... benar-benar harga proyek personal... be-te gue...

Budget yang diisyaratkan Kakak aku dan teman aku, jauh dari total harga yang mereka tawarkan. Gak ada pilihan lain, aku harus hunting sendiri barang-barang yang aku perlukan.

Kenyataannya, harga-harga barang bahan bangunan, memang sedang naik. Teman aku yang lain mengusulkan aku agar menggunakan produk dari barang-barang second. Ide yang menarik memang. Tapi aku gak mau barang yang aku cari benar-benar barang second, yang nilai barangnya sudah jauh menurun atau mendekati nol rupiah.

Oleh karena itu, aku coba buka koran, khususnya lembar iklan, untuk mencari apakah ada orang atau perusahaan yang sedang cuci gudang. Tentunya, tindakan itu aku lakukan dengan seijin teman aku itu. Sedangkan proyect kamar Kakak aku, aku tetap coba cari barang-barang the new one.

Tapi ternyata, sangat jarang orang atau perusahaan yang cuci gudang pada saat ini. Seorang teman dekat aku yang kerja dibidang media mengatakan, proses cuci gudang biasanya terjadi sebelum Lebaran, jarang yang setelah Lebaran.

Pikir punya pikir, akhirnya model desain yang ada, aku modifikasi agar tidak boros bahan bangunan namun tetap kokoh dan indah dipandang mata. Kalau lihat keperluan pembelian barang awal, mungkin harganya sudah melewati kemampuan keuangan teman aku. Bagusnya, teman aku dan isterinya tidak keberatan aku memodifikasi desain awal yang sudah disetujui sebelumnya.

Well, dengan dibantu 2 orang pekerja interior, project membuat dapur mulai dikerjakan. Berhubung baru mulai, aku belum bisa menampilkan foto gambar kegiatan pembuatan meja dapur dan meja makan untuk dapur rumah teman aku itu.

Bagaimana dengan project kamar Kakak aku sendiri? Project itu baru bisa aku mulai kalau mobil Suzuki Katana miliknya sudah laku dijual. Kakak aku bilang, tabungannya cukup terkuras untuk membeli mobil Daihatsu Xenia yang ia inginkan.

Tuhan memang baik, IA tidak pernah membuat aku benar-benar tidak berdaya. Puji Tuhan... Oleh karena itu, selama project berjalan, aku tetap menulis renungan, yang selalu aku posting di blog multiply aku ini. Aku hanya bisa berbagi tulisan-tulisan yang membangkitkan iman pada teman-teman dan Bapak-Ibu yang ada di multiply ini.

Tetap semangat...!!!


.Sarlen Julfree Manurung
 
Labels: 0 comments | | edit post
My Mind
Setelah lebih dari sebulan terpaksa tidak bisa mengudara secara teratur seperti biasanya, hari ini aku kembali mengunjungi warnet Rimba. Para staff lapangannya masih sama, yang beda cuma lokasinya saja. Warnet Rimba kini berjarak 3 km dari rumahku.

Kalau aku ingin nongkrong, aku cukup menyeberang jalan saja. Beda sama kondisi sekarang. Aku harus mengeluarkan uang 4 ribu rupiah untuk ongkos pergi-pulang.

New Rimba, begitu mereka memberi nama untuk warnet dengan komunitas pekerja yang orang-orangnya sudah aku kenal lebih dari 2 tahun. Dibilang new, karena memang banyak yang terhitung new.

Hal yang paling baru adalah sistem manajemennya. Pemilik warnet Rimba sekarang, beda dengan yang lama. Rimba yang sekarang dimodali oleh eks pelanggan warnet Rimba yang lama.

Warnet Rimba baru, memiliki ruangan yang lebih sempit dibandingkan Warnet Rimba yang lama. Namun, di warnet New Rimba, jumlah komputer aktif ada 10 unit, sedangkan di warnet Rimba lama, hanya 5 unit. Komputer yang digunakan di New Rimba juga lebih baik.

Di warnet yang lama, di dominasi oleh warna hijau dan merah jambu. Sedangkan di warnet New Rimba, di dominasi oleh warna orange, biru dan warna kuning. Warna orange untuk dinding, warna biru untuk warna plafon, dan warna kuning untuk colouring dari meja komputer dan cover media sandaran punggung.

Warnet New Rimba juga mengusung konsep lesehan menggunakan karpet warna merah, sedangkan warnet Rimba menggunakan kursi. Penggunaan prinsip lesehan, membuat para client di setiap table, tidak merasakan kenyamanan yang maksimal. Hal ini terjadi karena lebar ruang duduk tidak begitu lebar dan tinggi table komputer cukup rendah.

Yup, besaran ruang di New Rimba, memang tidak terlalu luas. Cukup berbeda dengan warnet Rimba. Sempitnya area per-table membuat kenyamanan pengguna, sepertinya, tidak dapat dirasakan maksimal apabila ada 2 orang pengguna pada 1 table.

Partisi pemisah dari New Rimba menggunakan kain dengan motif lingkaran-lingkaran merah. Kain ini digantung pada sebuah kayu bulat, yang digantung ke bagian atap dengan menggunakan benang nylon. Cukup kreatif memang, tapi tidak begitu efektif untuk bertindak sebagai partisi karena bisa digoyang-goyang pelanggan. Sedangkan di warnet Rimba, partisi menggunakan pembatas triplek.

Fasilitas AC dan celling van melengkapi sistem pengatur sirkulasi udara di New Rimba. Sedangkan di warnet Rimba, hanya dilengkapi AC yang hembusan kesejukkannya, gak jelas, hehehehe...

Hal yang cukup mengganggu dari New Rimba adalah :

pertama, tidak dapat digunakannya WC oleh mereka yang ingin menggunakan fasilitas toilet di warnet tersebut. Berdasarkan info yang diberikan oleh staff warnet, WC itu mampet. Nampaknya, septic tank WC itu sudah penuh dan perlu tindakan pengosongan secepatnya apabila ingin digunakan.

kedua, jumlah air yang bisa dipakai, cukup terbatas karena dijatah oleh pemiliknya untuk maksud penghematan. Air yang dijatah, memang tidak begitu mengganggu pengunjung, namun para staff warnet yang tidak bebas menggunakan air. Apalagi mereka tinggal disana.

Begitulah sekilas tentang warnet New Rimba. Ada yang berubah memang, tapi gak seluruhnya. Perubahan memang ada, setidaknya, mereka ingin menerapkan sistem manajemen yang lebih baik dibandingkan warnet Rimba.

Semoga warnet ini segera menghasilkan profit seperti yang diinginkan, karena rencananya, apabila di tempat ini menguntungkan, warnet Rimba lama akan dihidupkan kembali. Iya, semoga aja, jadi aku gak harus keluarin ongkos untuk ngenet, hehehehe...

Sukses ya, friends...


.Sarlen Julfree Manurung






    
Labels: 6 comments | | edit post
My Mind

Kemarin, kekasih hati yang aku sayang, Ira Rupina Sinaga, berulang tahun. Ulang tahun Ira kali ini, tidak dapat aku dampingi karena aku harus mengurus beberapa masalah yang telah beberapa waktu lamanya, belum juga selesai.

Ira memang tidak sendiri. Ia merayakan bersama teman-teman kantornya. Katanya, mereka memberikan begitu banyak hadiah pada perayaan ulang tahun Ira kali ini. Aku senang, Ira bisa mendapatkan kebahagiaan dengan merayakan ulang tahun bersama teman-temannya.

Aku sendiri sudah memberikan hadiah birthday Ira tahun ini, beberapa hari yang lalu. Aku memberikan dia sejumlah barang dengan gambar doraemon.

Kalau gak salah, ada 5 items. Ada tempat CD dengan corak doraemon, kipas angin tangan dengan tenaga baterai, ada dompet mika, ada selotip doraemon, dan sebuah syall warna biru yang bisa Ira pakai untuk melindungi bagian lehernya pada saat mengendarai motor. Photo benda-benda yang aku ke Ira sebagai present itu bisa dilihat di : http://irarupina.multiply.com/photos/album/104/present_IN_advance

Beberapa hari kemudian, aku juga memberikan dia novel karya Andrei Aksana yang berjudul Abadilah Cinta. Novel itu atas pilihan Ira sendiri ketika kami sedang jalan-jalan ke toko buku Gramedia di Metropolitan Mall, Bekasi.

Hari ini, aku menambahkannya dengan boneka doraemon ukuran sedang dan tatakan tangan untuk mouse pada, juga dengan gambar Doraemon.

Sejujurnya, kedua benda itu aku berikan kepadanya sebagai tanda penyesalan karena tidak bisa bersama Ira pada hari ulang tahunnya.

Ya... tanggal 26 September kemarin, aku memang benar-benar tidak bisa menemani Ira karena harus mengurus beberapa masalah.

Saat itu, aku sedang dapat job untuk mendesain interior sebuah toko yang akan dibuka pada bulan Oktober milik seorang teman dari teman aku. Pagi kemarin, aku bertemu kembali dengan ownernya. Kami membicarakan tentang konsep dan thema toko yang ingin pemilik toko itu tampilkan sebagai identitas tokonya.

Menjelang jam 11 siang, aku mengurus rencana pembelian mobil untuk hadiah ulang tahun bapak aku. Rencana itu agak berantakan karena ternyata sang sales kurang mengerti dengan prinsip kerja bank. Segala sesuatu yang sudah dipersiapkan, terpaksa harus kembali masuk daftar indent karena bank akan libur menjelang Lebaran.

Problem ini cukup menyita waktuku karena aku harus menghubungi atau bertemu sejumlah orang untuk mendapatkan titik temu.

Sore hari hingga malam menjelang, aku menemani 2 orang teman aku untuk mendapatkan sesuatu yang menjadi hak mereka, yang telah diambil seseorang. Upaya ini menyertakan pula seorang saudara aku yang bekerja sebagai pengacara dan 2 orang teman dari  kepolisian RI.

Sebenarnya, mediasinya gak sulit asal seseorang itu tidak berbelit-belit untuk segera menyiapkan segala sesuatu yang menjadi bahan pertikaian dengan ke-2 orang teman aku itu. Namun ternyata, seseorang tersebut tidak berniat kooperatif. Ia mengajukan sejumlah alasan disampaikan untuk maksud menunda atau ada maksud lainnya. Oleh karena itu, upaya mediasi tersebut baru usai jam 19.00.

Pulang ke rumah, ternyata Bapak aku sakit. Rupanya Beliau agak shock ketika mengetahui rencana untuk membeli mobil itu tertunda lagi. Yup, mobil itu seharusnya sudah kami terima bulan Juli kemarin. Namun nampaknya, sales suatu dealer penjualan resmi mobil itu tidak bersikap bijaksana dan profesional, sehingga rencana serah terima mobil menjadi tertunda-tunda hingga hari ini.

My Mom meminta aku agar menemani Bapak aku ke dokter. Tapi Bapak aku tidak mau. Jadinya, aku berangkat ke apotik untuk membeli obat yang biasa di minum Bapak aku dan membeli vitamin.

Rencananya, kami akan melakukan perundingan keluarga. Namun berhubung sampai jam 22.00 saudara-saudara aku belum pada pulang dari kantor, aku akhirnya memilih untuk nongkrong di ujung jalan ke rumah aku. Itu aku lakukan setelah memastikan kondisi Bapak aku baik-baik saja. Perundingan keluarga direncanakan pada pagi hari tadi.

Yup, pagi ini kami menyelenggarakan perundingan keluarga, membuat rencana dan strategi lanjutan untuk menyelesaikan masalah pembelian mobil untuk hadiah ultah Bapak aku, yang jatuh pada tanggal 11 November nanti.

Setelah melakukan perundingan keluarga, aku berangkat ke rumah Ira. Sebelum tiba di rumah Ira, aku mampir dulu ke sebuah toko yang menjual pernak-pernik untuk membeli kado tambahan sebagai hadiah ultah Ira.

Ira senang mendapatkannya. Tentu saja Ira senang, karena benda-benda yang aku berikan itu adalah produk dengan tampilan doraemon. Ira yang semalam kecewa dengan ketidak-hadiran aku pada hari ulang tahunnya, senang sekali menerima kado tambahan pemberian aku.

Mbem, aku senang kalo kamu senang dengan pemberian aku. Aku benar-benar minta maaf. Bagaimana pun, aku juga punya masalah. Aku harus menyelesaikan masalah itu agar tidak berlarut-larut dan tidak berkembang menjadi masalah baru.

Mbem, met ulang tahun yaaa... Kiranya kamu selalu mengucap syukur atas tanda kasih yang Tuhan berikan padamu hingga saat ini.

Doaku padamu : Kiranya kamu mendapatkan kesehatan yang prima, kiranya kamu meraih kesuksesan di setiap langkah hidup dan pekerjaan yang kamu lakukan, dan kiranya Tuhan selalu melimpahi kamu dengan berkat-berkat, kasih, dan sukacitaNya.

Selamat ulang tahun sayang... Met ulang tahun cintaku... I love you honey.

 

.Sarlen Julfree Manurung

My Mind
Menuurt sbeauh penilitean di Cmabrigde Uinervtisy, tdaik mejnadi maslaah bgaimanaa urtaun hruuf-hruuf di dlaam sebauh ktaa, ynag palnig pnteing adlaah leatk hruuf partema dan terkhair itu bnaer. Siasnya dpaat brantaaken smaa skelai dan kmau maish dpaat mebmacanya tnpaa msaalah. Hal ini kaerna oatk mnausia tdiak mbemabca steiap huurf msaing-msaing, tatepi ktaa keseluruahn. Manejkubakn naggk?
My Mind
Years come and go. But today is a special day... 20-08-2008 or 20082008. Double match... It happens only once in a lifetime. So i wish all of you good health, wealth, blessing...
Labels: 3 comments | | edit post
My Mind

Tanggal 14 Desember 2006, adalah tanggal jadian aku dengan Ira Sinaga. Sebuah lembar baru kehidupanku yang dimulai dengan suatu momen penembakan di sebuah taksi Kosti saat aku mengantarkannya pulang ke rumah menjelang tengah malam.

Pada saat penembakan itu aku lakukan, Ira tidak langsung menjawab ajakanku untuk terikat satu sama lain dalam hubungan pacaran. Dia bilang, dia membutuhkan waktu untuk berpikir, menerima atau menolak ajakanku itu. Aku kembali ke rumah dengan sebuah penantian.

Ternyata, sekitar jam 01.00 dinihari itu, Ira menjawab "ya" ajakanku untuk menjadi kekasih hati. Bohong kalau aku gak senang dan bahagia saat itu. Bagaimanapun, aku yang sudah menjomblo beberapa bulan lamanya, akhirnya memiliki kekasih hati kembali.

Semenjak itu, setiap tanggal 14 dalam tiap bulannya, kami menyempatkan diri untuk mengingat kembali momen tersebut. Terkadang memang terlupakan karena kelelahan membuat kami tidak selalu dalam kondisi terbangun pada jam dan hari tanggal 14 itu.

Pada saat mengenang hari jadian kami itu, kami terkadang bertukar kado. Ira cenderung memberikan aneka bentuk barang yang sengaja dibeli di toko. Aku sendiri, karena tidak pandai memilih barang, lebih banyak memberikan benda berupa kreasi cetakan, seperti layaknya contoh diatas.

Sebenarnya, aku hanya mengganti foto saja dengan memanfaatkan Adobe Photoshop. Sisanya, masih sesuai aslinya.

Aku memilih kreasi itu, karena kata-katanya romantis, penuh perasaan cinta seorang cowok kepada kekasih hatinya. Aku gak tahu, apakah menurut Ira, aku seromantis kata-kata yang tertulis di benda cetakan itu. Tapi menurutku sendiri, demikianlah aku...

Tengah malam nanti, tanggal 14. Itu tandanya, kami sudah 1 tahun 8 bulan berpacaran. Bukan waktu yang sebentar. Melihat umur kami masing-masing, sudah pantas memiliki sejumlah anak.

Ira, cintaku... Aku menginginkanmu menjadi pendamping hidupku. Aku sedang berusaha keras untuk dapat mewujudkan. Aku tahu, kamu gak sabar. Percayalah, aku akan segera mewujudkannya... meminangmu, membawamu ke depan altar kudus dihadapan Jemaat Tuhan, untuk menikahimu.

Semoga Tuhan segera memberikanku jalan, untuk dapat segera menikahimu... So help me God

I love you, IrS...


.Sarlen Julfree Manurung / AbJ

My Mind
Hari ini, tanggal 8 Agustus 2008. Ada dua momentum kehidupan yang saat ini membahagiakan hati dan hidupku. Kedua-duanya membawa sukacita yang teramat sangat bagiku. Kedua momentum bahagia itu, sangat berkaitan. Why? This is my story...

Momentum yang pertama adalah hari ini adalah ulang tahun Mama aku tercinta yang ke-61. Beliau merayakan ulang tahun dalam kondisi sehat. Kebahagiaan aku semakin bertambah, ketika tadi pagi, datang kue ulang tahun buat Mama aku kiriman Ira, kekasih hatiku, yang dibuat oleh Mbak Lily. Sebuah kue cantik penuh strawberry.

Thanks honey... Thanks juga buat Mbak Lily yang telah dengan senang hati membuat kue ulang tahun buat Mama aku atas pesanan kekasih hatiku tercinta, Ira...

Beberapa hari yang lalu, aku pernah bicara sama Mama aku. Oleh karena keuangan ku yang belum stabil, aku nyatakan kepadanya kalau ulang tahun Beliau pada hari ini, aku gak bisa memberikan kado apapun...

Mama aku tersenyum padaku, dan bilang, "Kamu menang di lomba yang kamu ikuti, Mami sudah senang. Bila kamu menang, itulah kado dari kamu buat Mami..."

Well, momentum saat itu, cukup membuat mata ku basah... Lomba yang aku ikuti adalah CIBFEST 2008. Oleh karena itu, aku benar-benar berusaha untuk menyenangkan hati Mama aku, karena baginya, itulah kado untuknya dariku...

And i win...

Momentum yang kedua adalah hari ini aku menjadi pemenang kategori personal dalam CIBFEST 2008, sebuah lomba antar blogger Kristen yang diadakan oleh jawaban.com. Dalam lomba ini, doaku dijawab Tuhan, karena inilah salah satu harapan dan mimpi aku yang akhirnya terwujud dan sukses abis.

Iya, kemenangan ini adalah doa yang dijawab Tuhan. Bisa dibilang, ini adalah kombinasi antara usaha dan doa, dimana waktu dan hari-hariku banyak habis untuk merenung serta berkreasi, membuat bahan-bahan renungan yang bisa dibaca dan kiranya dapat memperkokoh kekuatan iman setiap orang yang membacanya.

Aku berharap, setelah lomba CIBFEST 2008, aku gak berubah. Aku tetap meluangkan banyak waktu untuk merenungkan Firman Tuhan, menyelidiki rahasia kuat kuasa Tuhan, dan mencoba untuk menjadi anak Tuhan yang menjalankan perintah Tuhan seperti kehendakNya.

Aku ingin terus-menerus belajar mengasihi Allah, dan disaat yang sama, aku pun ingin belajar terus-menerus mengasihi manusia, kamu... kamu... kamu sekalian, rekan-rekan di multiply yang baik hati, dimanapun kalian berada.

Semoga aku dapat bertanggung jawab atas kemenangan aku di lomba itu dengan tidak mengendurkan kegiatan pelayanan pekabaran Firman Tuhan kepada semua orang agar banyak yang percaya serta beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat manusia.

Kepada semua rekan-rekan yang berpartisipasi memberikan voting untuk kemenangan aku di CIBFEST 2008, aku mengucapkan banyak terima kasih karena dengan tulus ikhlas mendukung aku mewujudkan mimpi serta harapanku. Mungkin kalian gak mengenal aku secara pribadi, tapi kalian tulus mendukung aku. Aku mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikkan kalian.

Terima kasih, karena telah membantu mewujudkan mimpi aku...

Terima kasih, karena telah membantu untuk menggenapi kebahagian aku hari ini...

Terima kasih, karena pada hari ini, oleh kebaikkan kalian, aku bisa bernyanyi :

Aku bernyanyi... bahagia...
Memuji Yesus, selamanya...
Aku bernyanyi... bahagia...
Memuji Yesus, selamanya...

Kiranya Tuhan Yesus yang teramat baik, melimpahi rekan-rekan dengan berkat dan kasih yang melimpah-limpah.



Salam saya,


.Sarlen Julfree Manurung
My Mind
Semalam, meskipun waktu telah menunjukkan jam 24.00, aku gak bisa langsung tidur karena harus menunggu adikku yang belum pulang dari kantor. Bisa dibilang, tugas menunggu adik ku yang baru pulang dari kantor lewat tengah malam itu, selalu menjadi bagian dari tugasku mengingat hanya aku yang terbiasa begadang.

Awalnya, untuk mengusir waktu, aku memilih kegiatan menulis artikel untuk diposting besok. Maunya sih, langsung di komputer aku sendiri. Tapi itu tidak bisa aku lakukan. Aku takut tertidur karena komputer ku ada di lantai dua rumah ku.

Berhubung suasana semakin sepi, aku memilih untuk menghidupkan televisi yang ada di depan aku dengan menggunakan remote. Aku langsung memilih channel televisi SCTV, yang beberapa waktu belakangan ini, sering menyiarkan film-film atau sinetron dengan thema dan cerita yang menarik.

Benar saja, saat itu sedang ditayangkan sebuah sinetron (anggap aja begitu yaaa...) yang berjudul ALYA.

Ceritanya menarik perhatian aku karena mengisahkan perjuangan seorang cowok bernama Satria, yang ingin mendapatkan cinta dari Alya, yang pernah diungkapkannya pada saat masih duduk di bangku SMP.

Kisah percintaan antara Satria dan Alya pada saat SMP tidak berlanjut karena Satria harus mengikuti orang tuanya ke luar negeri. Satria pergi tanpa meninggalkan sebuah kepastian hubungan kepada Alya. Pada saat janjian untuk ketemu terakhir kalinya, Satria tidak muncul.

Setting cerita berpindah ke masa 12 tahun kemudian, saat Alya sudah bekerja sebagai seorang penulis terkenal, sedangkan Satria menjadi seorang pengusaha muda.

Tiba-tiba saja Satria muncul ke dalam kehidupan Alya. Kehadiran Satria tidak disambut hangat oleh Alya. Bahkan Satria diusir dari ruang kerja Alya, apabila Satria berkunjung ke kantor Alya.

Satria terus berjuang untuk mendapatkan hati Alya. Bahkan Satria sampai meminta tolong kepada 2 adik Alya, agar bisa membujuk kakak mereka untuk menerima kehadiran Satria kembali ke dalam kehidupannya.

Usaha keras memang ditunjukkan oleh Satria. Selain mengunjungi kantor Alya, Satria juga mengirimkan kue ulang tahun saat Alya sedang berulang tahun.

Kue itu sempat diterima Alya karena tidak dibawa langsung oleh Satria, namun oleh salah seorang karyawan kantor Alya. Lalu tiba-tiba Satria muncul dan mengatakan kalau kue ulang tahun itu darinya.

Kali ini, Alya tidak mengusir Satria dari ruangannya. Ia bahkan bersedia meniup ulang tahun yang ada diatas kue itu.

Namun, Alya berbalik marah kepada Satria karena Satria mencium pipi Alya. Kali ini, Alya kembali mengusir Satria dari ruang kerjanya. Ia bahkan menyuruh karyawannya untuk membawa keluar kue ulang tahun pemberian Satria itu.

Rupanya, Alya memiliki perasaan amarah terpendam terhadap Satria yang dulu sudah meninggalkannya tanpa ada kejelasan berita hingga akhirnya bertemu kembali 12 tahun kemudian. Apalagi sebelum perpisahan itu, Satria sempat memberikan kecupan di pipinya.

Semenjak Satria meninggalkannya, Alya hidup dalam trauma apabila ada seorang pria yang ingin menjalin hubungan dengan dirinya. Ia masih dihinggapi bayang-bayang Satria yang sempat hadir di dalam kehidupannya, sehingga Alya selalu menolak apabila ada seorang pria yang menginginkan dirinya menjadi pacar.

Kehadiran Satria yang kini terus-menerus mencoba untuk bertemu dengannya, membuat Alya benar-benar memikirkan keinginan Satria untuk menjalin kembali hubungan yang sempat terputus. Kala sendiri, dirinya sering menangis, mengingat peristiwa perpisahan yang tak ada kejelasan pada saat SMP dulu.

Alya benar-benar dalam posisi bingung, antara menerima kembali kehadiran Satria yang tiba-tiba kembali ke kehidupannya, atau melupakan Satria. Tapi, untuk melupakan Satria, nampaknya sulit untuk dilakukan karena Satria selalu muncul menemuinya.

Beratnya beban yang menyelimuti pikiran Alya akan kenangan perpisahan dengan Satria dulu, membuat dirinya kembali mendatangi tempat yang dulunya direncanakan sebagai tempat pertemuan terakhir mereka sebelum Satria berangkat ke luar negeri.

Di tempat itu, Alya menghabiskan waktu dengan menangis. Pada saat dirinya sedang menikmati kesedihan itu, Satria muncul disampingnya dan mengemukakan kembali, besar keinginannya untuk melanjutkan hubungan yang sempat terputus.

Dalam derai air mata, Alya menerima kembali Satria sebagai kekasih hatinya. Dengan manja, dipukulnya dada Satria dan akhirnya mereka berpelukan.

Begitu kira-kira jalan ceritanya...

Well, hal menarik dari cerita itu (menurut aku) adalah usaha Satria yang tidak mengenal kata lelah untuk terus mengejar cinta yang dulu pernah bersemi dan kini ingin dibuatnya kembali mekar mewangi.

Tokoh Satria yang diperankan Darius Sinathrya adalah seorang pemuda yang penuh cinta, yang dengan sabar dan telaten, ingin menyatakan rasa maaf atas perpisahan yang dulu pernah terjadi dengan besarnya keinginan untuk menjalin kembali cinta itu bersama Alya.

Kalau mau dibilang, film atau sinetron yang berjudul Alya itu, patut ditonton oleh orang-orang yang sedang mengalami "Prahara Cinta" karena disana ditunjukkan, kekuatan cinta itu dari usaha Satria untuk menghadirkan cinta diantara dirinya dengan Alya, kekasih hati yang sempat dibuatnya kecewa karena ia tinggal pergi.

Apabila disuruh kasih bintang, aku akan kasih bintang lima untuk film atau sinetron yang berjudul ALYA dan diputar di stasiun SCTV, lewat tengah malam kemarin.

Aku benar-benar menikmatinya... Bahkan, untuk mengunci pagar dan pintu, aku menunggu iklan dan buru-buru melakukannya agar tidak tertinggal satu squel pun.

Bravo pertelevisian Indonesia... Bravo keindahan cinta...

Salam saya,


.Sarlen Julfree Manurung

My Mind
Yap, hari ini gak posting tulisan karena dari pagi hingga menjelang malam tadi, aku membantu persiapan latihan Paduan Suara Gloria yang diadakan di rumah aku sejak jam 19.30 tadi.

Sebenarnya, di sela-sela membantu membereskan rumah, aku sempat menyiapkan 2 buah tulisan, satu berbentuk artikel Kristen, dan satu lagi berbentuk opini untuk sebuah koran. Tapi keduanya gak selesai karena waktu aku benar-benar tersita untuk membantu my mother (kami gak punya pembantu yang menetap).

So, hari ini, aku cuma keliling-keliling aja... Buka e-mail yahoo aku, buka multiply aku ini, buka jawaban.com, dan buka forum blogger Kristen, sabdaspace.org... Baca-baca, kasih komentar, dan lihat-lihat foto aja.

Dalam 3 jam, aku akan melakukannya.

God Bless You everybody.


.Sarlen Julfree Manurung
Labels: 4 comments | | edit post