Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts
My Mind
Prinsip untuk senantiasa berpikiran positif adalah baik dan perlu adanya. Tapi itu bukan berarti, kita dapat membohongi diri sendiri karena ternyata, terkadang pula kita memiliki pandangan yang bersifat negative thinking terhadap orang lain atau terhadap suatu keadaan yang kita anggap bisa membuat kita merasa tidak nyaman.

Pola pembelajaran hidup itu, sebagian besar dari hal-hal yang bersifat negatif. Tapi hanya sebatas kita ketahui, bukan untuk kita kerjakan atau kita lakoni. Kita perlu mempelajarinya, agar di kemudian hari, kita tidak salah langkah karena kita tahu dan sadar, bahwa yang negatif itu, bukanlah sesuatu hal yang layak untuk menjadi bagian dari cara berpikir atau cara pandang kita.

How can you really be positive if you don't even acknowledge negativity?

Masalahnya sekarang, kita sering gak bisa menerima kalau orang lain ber-negative thinking ria terhadap kita. Well, jangan cemas akan hal itu. Gak usah sedih, akan tetapi, mawas diri saja. Lebih baik lagi, jangan pernah menunda untuk introspeksi diri. Kenapa? Sebab, ketika orang lain mengkritisi kita, itu tandanya orang lain menginginkan kita untuk tampil lebih baik, mereka menginginkan kita menjadi pribadi yang menyenangkan, dan mereka juga ingin agar kita tidak punya gaya berpikir yang stagnan dengan kekhawatiran semata.

Emosi apapun yang kita rasakan, pasti mengandung pesan dan manfaat. Merasakan terhadap apa yang kita rasakan adalah tanda kalau kita hidup serta perduli akan kehidupan.

Just because you have a heart doesn't always mean you are human until you feel emotions (but still in control, of course). 

Ekspresikan perasaan dengan penuh kejujuran, tapi jangan lebay dan mencoba membangun stigma negatif di mata orang banyak. Jika kita ingin mengkoreksi orang lain, lakukan dengan cara yang cerdas. Mungkin akan melukai hatinya. Tapi percaya deh, kondisi yang sama akan terjadi di kemudian hari, tapi bukan kita lagi yang melakukannya.

Everything happens for a reason. Live it, love it, learn from it..!!! So, be passion with that.

.Sarlen Julfree Manurung
My Mind
BERSIKAP LAYAKNYA SEORANG PEMENANG
A nice memoir from my friend : Bernadet Tarie


Ada 2 orang ibu memasuki toko pakaian dan ingin membeli baju.

Ternyata pemilik toko lagi bad mood sehingga tidak melayani dengan baik, malah terkesan buruk, tidak sopan dengan muka cemberut.

Ibu pertama jengkel menerima layanan yang buruk seperti itu. Yang mengherankan, ibu kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan pada penjualnya.

Ibu pertama bertanya, “Mengapa Ibu bersikap demikian sopan pada penjual yang menyebalkan itu?” 

Lantas dijawab, “Kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah penentu atas tindakan dalam hidup kita, bukan orang lain.”

"Tapi ia melayani kita dengan buruk sekali", bantah Ibu pertama.

"Itu masalah dia. Kalau dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk dll, toh tidak ada kaitannya dengan kita."
 
"Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur & menentukan hidup kita, padahal kita yang bertanggung jawab atas diri kita," jelas Ibu kedua.

Dear friend's,

Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan org lain. Kalau orang memperlakukan kita buruk, kita akan membalasnya dengan sikap dan perlakuan yang buruk juga. Atau, bisa juga sebaliknya.

Maksudnya, kalau orang tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau org lain pelit pada kita, kita yang semula pemurah, bisa tiba-tiba menjadi orang yang sedemikian pelitnya. Tapi kalau orang lain berlaku sopan, kita juga akan menunjukkan sikap sopan santun kita. Dan jika orang lain berbaik hati pada kita, maka kita akan menjadi orang yang paling murah hati sedunia.

Kalau direnungkan, betapa tidak arifnya tindakan kita itu. Kenapa untuk berbuat baik saja, harus menunggu orang lain berbuat baik dulu kepada kita? Kenapa harus menunggu?

Jagalah suasana hati kita sendiri. Jjangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan cara kita bertindak..  

Jangan pula menunggu untuk berbuat baik. Ingatlah, Tuhan meminta kita untuk selalu berbuat baik, kapan pun, dimana pun, dan kepada siapa pun.

Kita yang bertanggung jawab atas hidup kita, bukan orang lain..

Hidup kita terlalu berharga, oleh sebab itu :
"Make Yourself Have a Meaning for Others"

Pemenang kehidupan adalah :
Orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yang sangat pahit, yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar dan yang tetap tenang di tengah badai yang paling hebat..


God Bless.
My Mind
Adanya persaingan yang tidak sehat dalam lingkungan kerja (dan juga dalam dunia pendidikan), sebagian besar berawal dari adanya sikap dan perasaan iri terhadap pihak lain, yang dianggap sebagai kompetitor. 

Kalau rasa iri mengemuka dalam hati dan pikiran, langkah yang seharusnya diambil adalah berusaha menunjukkan kualitas serta kemampuan terbaik diri, dari waktu ke waktu. Asah kemampuan diri agar kualitas dan kinerja menjadi jauh lebih baik lagi.

Yang lainnya? Lebih baik diam saja, duduk dengan tenang, dan bekerja seperti biasanya.

Jika yang muncul adalah hasrat untuk bersaing secara tidak sehat, itu sama artinya Anda secara tidak langsung telah menunjukkan kepada banyak orang (setidaknya, kepada rekan kerja, atasan, atau bahkan rekanan usaha Anda), betapa bodohnya Anda karena telah mengisi pikiran Anda dengan hasrat serta keinginan yang tidak membawa manfaat bagi kemajuan dan kelanggengan karir Anda, dalam menyikapi kehadiran kompetitor. 

Oleh karena syirik, banyak karyawan yang justru mengkerdilkan kemampuannya sendiri, dengan berupaya membangun pola persaingan yang tidak sehat. 

Padahal, jika tindakan itu mereka lakukan, itu merupakan sebuah pertanda, bahwa mereka mengakui kelebihan kualitas dan kemampuan karyawan lain sebagai kompetitor, meskipun mereka sendiri sebenarnya memiliki potensi dan kemampuan untuk menjadi pesaing terbaik bagi kompetitor itu. 

Lucunya lagi, terkadang, mereka melakukannya secara vulgar (terbuka) dan disertai dengan rasa bangga karena telah berlaku tidak fair.

Teman's,

Jadikan persaingan yang tidak sehat sebagai sesuatu hal yang riskan untuk Anda lakukan, kapan pun dan dimana pun... tidak hanya hari ini, tapi juga hari esok, lusa, dan hari-hari di masa depan nanti. 

Berlakulah kreatif, uletlah dalam bekerja, cintai pekerjaan Anda, dan jangan takut capek untuk meraih keberhasilan. Gunakanlah akal dan pikiranmu untuk menjadi pribadi-pribadi pemenang, dengan bersaing secara sehat. 

Tetap semangat dan sukses selalu, ya, teman-teman.


.Sarlen Julfree Manurung
My Mind
Jalan menuju tangga kesuksesan ituuuu... penuh rintangan dan tantangan. Ada yang mudah untuk dilalui, namun ada pula yang harus bersusah payah untuk dapat menghadapinya. Semua alur yang kita jalani dan lalui itu dinamakan sebagai sebuah "PROSES".

PROSES membuat kita belajar dan tahu banyak hal. PROSES membuat kita terlatih dan terbiasa menyingkap jawaban atas persoalan atau ragam persoalan yang sedang kita hadapi. PROSES membuat kita tahu bagaimana membuat langkah-langkah terukur untuk mencapai hasil yang terbaik di setiap keputusan yang kita ambil, secara cepat serta tepat, dan sesuai dengan kemampuan kita (bahkan BISA melebihi kemampuan diri yang kita anggap terbatas selama ini).

Sesungguhnya PROSES tidak mengenal batasan waktu. Terus terjadi dan terus berlangsung. Dalam setiap peristiwa kehidupan yang kita temui dalam hari-hari kehidupan, kita menjalani PROSES itu. Seiring perjalanan waktu, selayaknya PROSES membuat hidup kita menjadi lebih berkualitas dan penuh dengan noktah keberhasilan.

Jangan pernah takut belajar dan memulai lagi dari awal apabila mengalami kegagalan, sebab segenap PROSES yang telah kita lalui sebelumnya, membuat kita satu atau dua langkah lebih maju, baik dalam pola pikir, maupun dalam mengembangkan tingkat kemampuan diri kita masing-masing. 

Ketahuilah, apabila kita telah menjalani PROSES dalam kehidupan kita, maka kita tidak pernah mundur lagi ke titik nol. Gunakan akal dan kecerdasan otakmu untuk kembali ke dalam rel kesuksesan hidup.

Jangan pernah menyerah oleh keadaan, akan tetapi kalahkanlah keadaan dengan memanfaatkan segenap kualitas diri yang kita miliki, dan juga dengan menggunakan otak kita. Tuhan memberikan kita akal untuk dipakai dalam rangka survival, bukan untuk mencari alasan-alasan pembenaran, atau mencari cara untuk menghindar dari ketentuan hidup, bahwa setiap orang harus berusaha untuk bisa mencapai tingkat tertinggi keberhasilan hidupnya.

Tetap semangat dan optimis, ya, teman-teman... GBU ALL.

.Sarlen Julfree Manurung
My Mind
Jika merasa ada beban di hati, ceritakan saja pada seseorang. Mungkin, orang yang Anda percaya untuk mendengarkan cerita soal masalah pribadi Anda, bisa membantu memberikan solusi. 

Pilihlah orang yang tepat (ada baiknya, seseorang yang tidak mengenal atau mengetahui dengan baik, apa masalah Anda), agar solusi yang diberikannya, juga tepat.

Namun lebih baik lagi, kalo Anda curhat sama Tuhan, karena apapun bentuk keluh-kesah Anda kepadaNya, pasti ada jalan keluar, pasti ada ketenangan di hati, pasti meringankan beban... Yes, pasti...!!! 

Dasar pemikirannya : masalah ada untuk di selesaikan. Jika masalah tidak diselesaikan, bisa muncul masalah baru, atau berdampak ke hal-hal lain. Salah satunya, bisa mengganggu kemampuan Anda untuk menyelesaikan pekerjaan Anda. 

Sebisa dan sedapat mungkin, pisahkanlah masalah pribadi dengan pekerjaan. Jangan membuat masalah pribadi, mengganggu pekerjaan Anda. Nanti, Anda juga yang rugi.


.Sarlen Julfree Manurung
My Mind
‎~ CARA-CARA MENCAPAI KERENDAHAN HATI ~


1. Berbicara sesedikit mungkin tentang diri dan keluarga sendiri.

2. Uruslah sendiri persoalan-persoalan pribadi.

3. Hindarilah rasa ingin tahu.

4. Janganlah mencampuri urusan orang lain.

5. Terimalah pertentangan dengan kegembiraan.

6. Mengalah terhadap kehendak orang lain.

7. Bersikap mengalah dalam perbedaan pendapat, walau Anda benar.

8. Jangan memusatkan perhatian kepada kesalahan orang lain.

9. Terimalah hinaan dan caci maki.

10. Terimalah perasaan tak diperhatikan, dilupakan dan dipandang rendah.

11. Terimalah celaan walaupun Anda tak layak menerimanya.

12. Bersikap sopan dan peka sekalipun seseorang berusaha memancing amarah Anda.

13. Janganlah berusaha agar dikagumi dan dicintai.

14. Pilihlah selalu yang tersulit.


TUHAN YESUS Memberkati Anda..



From : PELAKU FIRMAN
My Mind

Intisari dari pemecahan masalah yang sedang kita hadapi, ada pada diri kita sendiri. Orang lain hanyalah membantu...

Permasalahan yang mudah dan bisa dengan cepat diselesaikan, akan menjadi berat dan lambat terselesaikan, apabila kita sendiri tidak memandang masalah sebagai proses pembelajaran hidup yang bisa membuat kita memiliki perspektif pemikiran yang lebih luas serta multidimensi, dimana kemampuan kita untuk bisa memecahkan masalah sulit, berawal dari kemampuan kita untuk menyelesaikan masalah mudah.

Jika yang mudah saja kita buat atau kita anggap sulit, bagaimana kita nanti bisa memecahkan masalah yang benar-benar sulit?

Kita mungkin beralasan, "Orang itu yang membuat sulit..!"

--> ini merupakan gaya berpikir yang salah, jika kita selalu membangun paradigma pemikiran seperti itu. Biarkan orang lain membuatnya menjadi sulit, tapi kita, dengan akal dan kecerdasan otak kita, harus mengembalikannya ke jalan pemecahan masalah yang mudah untuk dilalui.

--> dalam kekritisan kita dalam berpikir, tetaplah berpikir positif, biar kita dapat memilah-milah, mana yang baik, yang benar, dan bermanfaat untuk kita, dan mana yang tidak, secara jernih.

Berpikirlah secara cerdas. Buang ego jauh-jauh. Berlakulah bijaksana... sebab masalah ada untuk diselesaikan, bukan untuk dinikmati karena bisa mengintimidasi diri sendiri.

Berdoalah kepada Tuhan jika sedang menghadapi masalah. Jadikan Tuhan sebagai sumber inspirasi kita dalam memecahan masalah yang sedang kita hadapi, sebab bagi Tuhan, tidak ada sesuatu pun yang mustahil.


.Sarlen Julfree Manurung

 

My Mind

Seorang filsuf asal Jerman, Erich Fromm (1900 - 1980) mengatakan :"Orang kaya bukanlah mereka yang memiliki banyak harta, akan tetapi mereka yang banyak memberikan miliknya untuk orang lain."

Banyak orang yang mengatakan/mengakui bahwa pernyataan Erich Fromm itu, benar adanya. Namun buat saya sendiri, pernyataan Erich Fromm tersebut, belum menyentuh kalbu saya. Dalam hal ini, posisi saya adalah belum sepenuhnya sependapat.

Tidak sependapat saya karena saya memikirkan posisi orang miskin dan orang super miskin dalam konteks pemikiran sederhana serta teramat datar atas pernyataan Erich Fromm itu. Bagaimana dengan kondisi mereka, yang jangankan banyak memberikan miliknya, untuk dapat menjalani kehidupan mereka sendiri saja membutuhkan pertolongan?

Memang cukup kental nuansa filosofis yang mengilhami isi ucapan Erich Fromm itu. Saya sendiri merasa, point penting yang ingin diangkat oleh Erich Fromm terletak pada kata "pengorbanan", dimana setiap tindakan pengorbanan, bisa menghadirkan kepuasan (terutama kepuasan batin). Jadi ini bukan soal kekayaan harta benda.

Ketika kita berani berkorban untuk orang lain, maka kita sudah "kaya", dan apabila kita melakukannya dalam banyak kesempatan, maka sesungguhnya kita sudah teramat "kaya".

Yup, kaya yang sesungguhnya, karena ini soal kebesaran hati.

Apakah ini berkaitan pula dengan harta benda? Kelimpahan harta benda adalah bonusnya... Sebuah tindakan baik, pasti ada nilai yang akan diperoleh, tapi tidak selamanya berbentuk...harta kekayaan.


Salam damai. GBU ALL



.Sarlen Julfree Manurung
My Mind
"Jangan pernah memandang tempat dan pekerjaan apa yang sedang kita kerjakan, selama semuanya itu kita lakukan dengan tidak melanggar hukum serta penghasilan yang didapat, diperoleh dari hasil keringat kita sendiri."

Begitulah kira-kira kesimpulan dari artikel yang dimuat di halaman pertama Harian Surat Kabar KOMPAS pada tanggal 19 Januari 2010, yang mengupas tentang kehidupan dari para pemulung ban bekas yang ada di daerah Bongkaran, Tanah Abang.

Semua orang pasti ingin meraih keberhasilan di setiap langkah kehidupan yang dijalani. Adanya keberhasilan akan membawa kebahagiaan dan kebanggaan diri.

Pada sisi yang lain, tidak sedikit pula orang yang mengeluh, karena hingga kini perjuangan mereka belum membuat mereka hidup sejahtera, sehingga sedikit sekali cerita kesuksesan yang bisa membuat diri mereka bangga atas segenap hasil yang telah dicapainya.

Bagi mereka, memiliki penghasilan yang membuat mereka bisa mencukupi kebutuhan hidup, baru sebatas mimpi semata.

Nominal rupiah yang diterima setiap bulan sebagai penghasilan, adalah buah dari usaha. Semakin besar nilainya, merupakan buah yang sepadan sebagai sebuah penghargaan atas ketekunan serta eksistensi kerja yang telah dicapai.

Tentu saja, semakin besar nominal penghasilan yang diperoleh, merupakan tanda pengakuan orang lain atas dedikasi yang ditunjukkan selama ini.

Memang, tidak semua orang yang bisa meraih penghasilan besar untuk setiap usaha yang dilakukannya. Hal ini disebabkan karena adanya pengelompokkan bidang pekerjaan dan adanya komponen tanggung jawab yang menimbulkan adanya perbedaan dalam penghitungan terhadap upah yang akan diterima setiap bulannya.

Sejumlah keterbatasan serta kendala, baik yang berasal dari dalam diri, maupun kendala yang muncul oleh karena situasi dan kondisi faktual yang sulit ditolak, dapat menjadi penyebab seseorang hanya bisa pasrah memiliki penghasilan yang pas-pasan atau bahkan kurang memadai.

Haruskah pasrah dengan keadaan? Tentu saja tidak, sebaiknya jangan.

Pada dasarnya, hasil terbaik dari sebuah usaha akan sulit diperoleh apabila hambatan yang sekiranya bisa membuat seseorang tidak dapat bangkit dari kesusahan atau kesulitan hidup, tidak segera disikapi. Dasar pemikirannya, hidup tak akan berkembang seperti yang diinginkan apabila tidak mencoba untuk menghadirkan perubahan gaya dan sikap hidup.

Jangan pernah berharap ada perubahan kondisi kemampuan ekonomi apabila memelihara sikap malas didalam diri.

Seorang pemalas adalah pribadi yang lambat menyadari kalau kehidupan harus disikapi dengan bekerja, mencurahkan segenap kemampuan diri untuk mendapatkan penghasilan yang sesuai dengan besarnya biaya hidup sehingga dapat hidup dengan layak.

Bagaimana hidup ini mau berkembang dan mengalami perbaikan kalau kemalasan dibiarkan menjadi bagian dari sikap hidup? Perang yang paling sulit itu adalah memerangi hal-hal negatif yang ada didalam diri sendiri.

Ingat! Perbaikan kualitas hidup dan kemampuan ekonomi itu, adalah pilihan.

Pada dasarnya, setiap orang dapat memperbaiki kondisi kemampuan ekonominya. Adanya hambatan dari dalam diri dipecahkan dengan menghadirkan kemauan dan hasarat untuk tidak terlalu lama terjebak dalam kekurangan dan kelemahan diri.

Langkah perubahan tingkat kesejahteraan hidup seakan sulit digapai dan akan selalu menghadirkan dilema, apabila seseorang tidak menghadirkan keinginan untuk mengangkat harkat dan martabat hidup dengan segenap kemampuan serta ketrampilan yang dimilikinya.

Oleh sebab itu, arus perubahan harus dimulai dari diri sendiri, yaitu dengan merubah gaya berpikir serta sikap diri. Buka cakrawala berpikir lebih luas lagi. Yakinkan diri, bahwa segala sesuatu yang sekiranya bisa memperbaharui kualitas hidup, layak untuk dilakukan.

Jangan batasi diri dengan pemikiran-pemikiran yang membuat kita hanya terpaku pada apa yang ada, namun proyeksikanlah diri untuk menatap masa depan. Buatlah skema pengembangan diri yang dapat membuat kita tidak mudah menyerah dan pasrah oleh keadaan.

Konsep selanjutnya adalah : mengembangkan / meningkatkan kapasitas dan kemampuan diri, terutama untuk melengkapi segenap kekurangan atau kelemahan diri.

Dunia kerja sangat identik dengan persaingan. Mempersiapkan langkah-langkah untuk terus bertumbuh, mengembangkan / meningkatkan kapasitas diri adalah sebuah pilihan yang tak mungkin dihindari apabila ingin tetap berada pada kancah persaingan sehat di dunia kerja.

Eksplorasi segenap kemampuan yang ada saja, tidaklah cukup. Dalam periode waktu tertentu, harus pula diimbangi dengan adanya upaya-upaya terukur untuk memperkaya diri dengan ilmu dan ketrampilan baru agar wawasan dapat terus bertambah.

Beberapa orang yang berpikiran kritis mengatakan, "Bagaimana caranya mengembangkan kemampuan dan ketrampilan, kalau untuk mendapatkannya, kita harus mengeluarkan sejumlah besar uang?"

Pertanyaan itu memang mengandung kebenaran. Akan tetapi, Tuhan telah menentukan manusia untuk memiliki akal pikiran yang bisa digunakan sebagai alat negosiasi atau menghadirkan inspirasi dalam mendapatkan satu atau sejumlah pengetahuan / wawasan baru. Kenapa kita tidak menggunakannya?

Cukup banyak orang-orang sukses di dunia ini yang berhasil karena mereka mau terus-menerus mengasah kemampuan dan berusaha untuk memperdalam wawasan, dengan memanfaatkan daya pikir serta menginspirasikan hal-hal yang mungkin kita kerjakan (berpikir kreatif) untuk kita selesaikan. Dalam hal ini, jangan pernah setengah-setengah untuk mengerjakan sesuatu.

Bill Gates (pendiri Microsoft), Mark Zuckerberg (pendiri Facebook), Harland Sanders (pendiri KFC), Henry Ford (pendiri perusahaan automotif Ford), dan Ir. Ciputra (pendiri kelompok usaha konglomerasi CIPUTRA GROUP) adalah contoh pribadi-pribadi orang yang memulai langkah kemajuan hidup dengan kerja keras serta kemauan diri untuk terus berkembang.

Mereka adalah orang-orang sukses dan diakui keberhasilannya oleh masyarakat dunia serta masyarakat Indonesia. Mereka tidak berasal dari keluarga kaya, namun mereka tetap bisa maju dan menjadi orang terpandang oleh karena membangun kemauan yang kuat dan terus berusaha.

Jangan biarkan keinginan untuk hidup maju mengalami hambatan hanya karena kita sudah "nelangsa" terlebih dahulu karena terbentur oleh biaya. Gunakan akal dan kedekatan pribadi kita dengan banyak orang untuk bisa membantu diri kita mendapatkan tambahan pengetahuan dan perluasan wawasan.

Apabila kita melakukannya (aktif memperkaya pengetahuan dan wawasan diri), itu sama artinya diri ini siap untuk menghadapi tantangan dan dapat bekerja secara dinamis.

Tahap selanjutnya, tanamkan dalam diri sendiri, bahwa diri ini bisa mencapai tangga kesuksesan dengan bekerja keras dan mengembangkan segenap potensi diri yang dapat membuat diri kita untuk bersaing dengan lainnya.

Dengan memperkokoh keyakinan diri, sama artinya kita mulai berusaha untuk membuka segenap pintu hambatan, yang telah mengekang kita dengan keterbatasan inspirasi untuk terus bergerak maju.

Penekanan selanjutnya, kendalikan diri dengan dekat kepada Tuhan. Adanya pengendalian diri yang didasari oleh prinsip "takut akan Tuhan" akan mendorong kita untuk selalu ingat akan kebaikkan Tuhan (adanya sikap mengucap syukur selalu), dan mengingat akan perintah-perintahNya, terutama untuk menjauhi perilaku kotor dalam bekerja.

Tuhan melalui FirmanNya dalam Yosua 1 : 7 menyatakan tentang prinsip-prinsip dasar dalam menjalani usaha dan dalam memulai suatu pekerjaan :
"Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati dengan seluruh hukum yang telah diperntahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa, janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, kemanapun engkau pergi.

Apabila kita terus menumbuhkan rasa kecintaan kita pada Tuhan, kita akan dapat meraih banyak hal, termasuk diantaranya kesuksesan dan keberhasilan hidup, karena kecintaan kita padaNya itu, akan berbuah berkat yang Tuhan berikan dengan berlimpah-limpah kepada kita.

Setiap orang pasti dapat meraih keberhasilan hidup, dengan tidak membatasi diri dan alam pikiran. Pada satu sisi, memang ada kendala. Menyadari adanya kelemahan diri, sebaiknya menjadi langkah awal untuk menggali dan mengembangkan potensi diri yang selama ini tidak terasah dengan baik.

Jangan cepat puas dengan kemampuan individual yang kita miliki. Buka terus wawasan berpikir dan jangan pernah berhenti untuk terus berlatih, mengasah kemampuan diri.

Cari dan update terus pengetahuan baru, yang kelak bermanfaat bagi kemajuan hidup kita. Ketika ilmu pengetahuan terus berkembang, apakah kita hanya diam saja, berpuas diri dengan pengetahuan dan ketrampilan yang kita miliki? Sebaiknya, jangan pernah berpikir demikian.

Hal-hal penting lainnya, yang dapat mendorong kita pada keberhasilan hidup : meyakini adanya campur tangan Tuhan dalam kehidupan kita, dengan menjaga sikap percaya kepada Tuhan, sebab Tuhan yang bisa kasih kita jalan untuk berhasil dan meraih kesuksesan.

Tetap jaga alur pikiran kita untuk terus berkembang, tidak menyerah oleh keadaan tapi kalahkan keadaan dengan berusaha / bekerja keras dengan tetap menjaga prinsip-prinsip hidup benar serta bertindak dalam kebaikan hati dan pikiran, tidak hanya kepada diri kita sendiri, tetapi juga kepada orang-orang di sekitar kita.

Orang lain bisa meraih keberhasilan atau kesuksesan hidup, kenapa kita tidak bisa?

Kiranya tulisan ini membawa banyak manfaat dan bisa memotivasi diri untuk terus mengembangkan wawasan berpikir kita, agar dapat meraih keberhasilan hidup, apapun pekerjaan kita.

Tuhan yang teramat baik, memberkati kita semua.



.Sarlen Julfree Manurung
My Mind
Beberapa waktu yang lalu, status facebook dan tulisan dalam blog pribadi milik sejumlah orang teman, dipenuhi dengan curahan hati yang bertutur tentang sikap menyebalkan atasan mereka di kantor.

Apabila dibandingkan dengan pernyataan tentang atasan di kantor yang sikapnya menyenangkan serta baik pada karyawannya, maka catatan status atau cerita yang diungkapkan di blog, cenderung lebih di dominasi oleh curahan hati tentang adanya atasan yang menyebalkan dan suka bersikap arogan.

Perilaku dan hal-hal yang buruk serta tidak menyenangkan, memang lebih mudah diingat dan dijadikan bahan pembicaraan, termasuk didalamnya : sikap atasan di kantor.

Jadi teringat dengan ucapan para pemimpin di Indonesia pada saat diri mereka akan diangkat atau akan mundur sebagai seorang pejabat negara. Pada saat diwawancara atau berpidato, mereka kerap kali mengucapkan kata-kata : "Mendapatkan tugas sebagai pemimpin itu, adalah amanah."

Kalimat pernyataan para pemimpin kita tersebut menarik untuk disimak, mengingat menjalani amanah sebagai seorang pemimpin memang dibatasi oleh waktu (hanya temporer, bukan untuk selamanya).

Dalam jangka waktu tertentu, mereka dibebani oleh tugas dan juga tanggung jawab yang tidak mudah, yaitu menghadirkan kemajuan atau perkembangan kearah yang lebih baik atas organisasi / komunitas / instansi yang dipimpinnya.

Apabila bicara keterbatasan waktu dan adanya kemajuan yang harus dicapai, maka seorang atasan di kantor harus bisa menciptakan keadaan yang mendorong karyawan yang dipimpinnya, dapat produktif serta bisa mengaktualisasikan adanya kemajuan dengan segenap tenaga dan kemampuan mereka, sehingga tercapai target-target pencapaian kerja seperti yang telah ditentukan sebelumnya.

Cerita tentang atasan yang menyebalkan, mungkin ada di setiap kantor atau kegiatan usaha. Tanpa adanya atasan yang memiliki sikap menyebalkan atau arogan, suasana kerja dan kehidupan masyarakat kantor, akan terlihat datar-datar saja.

Akan tetapi, bukan itu keadaan yang ingin dirasakan oleh para karyawan. Pada dasarnya, karyawan sangat mendambakan adanya seorang atasan yang bisa memimpin mereka dengan penuh wibawa, namun tetap dengan mengedepankan sikap yang ramah dan komunikatif.

Membangun image "atasan yang menyebalkan" atau "atasan yang arogan" di antara karyawan yang dipimpinnya, justru dapat menurunkan kinerja dan kualitas kerja dari karyawan yang dipimpinnya, sebab kinerja seorang karyawan, juga tergantung pada sikap yang ditunjukkan oleh atasannya.

Pemimpin yang baik seharusnya membangun komunikasi yang baik dengan para karyawannya. Dalam hal ini, sebaiknya tidak membuat jurang komunikasi dengan para karyawannya, akan tetapi dapat memberikan waktu kepada karyawannya. Keterbukaan sikap seorang pimpinan, akan menghadirkan penerimaan yang baik dari para karyawan atas segenap arahan dan keputusan yang dibuat atasannya.

Tentu saja keadaan tersebut secara langsung akan mempengaruhi pula suasana kerja para karyawan, yang mengharapkan adanya kenyamanan suasana, sehingga dapat mendorong adanya peningkatan produktivitas serta kualitas kerja dari para karyawan.

Seorang atasan sebaiknya menempatkan karyawan sebagai mitra kerja, bagian dari tim yang akan membawa keberhasilan usaha, sebab, segenap proyeksi usaha seorang atasan akan sulit tercapai tanpa dukungan para karyawan.

Bukankah tanpa kehadiran karyawan, seorang atasan tidak dapat menjalankan segenap fungsi yang perlu dilakukan? Membangun kepercayaan karyawan itu penting dan sebaiknya diterapkan sejak atasan mendapat amanat untuk menjadi pemimpin di perusahaan.

Proses pembinaan dan pengawasan kinerja karyawan juga dapat lebih mudah apabila seorang atasan dapat bersikap terbuka serta mengayomi karyawannya.

Setiap arahan yang diberikan atasannya, akan dapat diterima, dicerna, dan diterjemahkan dengan baik, karena para karyawan akan menganggap hal itu sebagai sikap seorang pemimpin yang membimbing anak buahnya agar dapat lebih maju.

Sikap terbuka dan bersahabat pada karyawan juga dapat ditunjukkan dengan memberikan kesempatan kepada para karyawan, khususnya karyawan yang telah lama mengabdi, untuk meniti jenjang karir, sebagai tanda apresiasi dan dukungan untuk kemajuan para karyawan. Tindakan ini merupakan salah satu kebijakan yang menunjukkan kalau seorang atasan memikirkan nasib karyawan yang dipimpinnya.

Oleh sebab itu, adanya respon yang bersahabat kepada karyawan, sesungguhnya adalah sebuah "pilihan" yang harus diambil oleh seorang atasan. Image " atasan yang menyebalkan" atau "atasan yang arogan" diantara karyawan yang dipimpinnya, sama artinya membangun tembok masalah, karena tugas yang diberikan atasan, dapat diterjemahkan berbeda oleh karyawan.

Seorang atasan memang memiliki kekuasaan. Namun itu bukan berarti kekuasaan yang dimilikinya dipakai untuk menghadirkan tekanan psikologis kepada para karyawan.

Peraturan perusahaan memang harus ditegakkan apabila ada karyawan yang berbuat salah. Akan tetapi penggunaannya, harus sesuai dengan prinsip-prinsip penerapan yang benar dan sesuai dengan tingkat kesalahan karyawan.

Kegiatan usaha yang dilakukan perusahaan, adalah untuk meraih keuntungan. Oleh sebab itu, posisikan para karyawan sebagai komponen yang akan mewujudkan keberhasilan usaha, bukan diperlakukan sebagai "sapi perah" hanya karena ingin mengejar banyak keuntungan.

Memang tidak mudah untuk menjadi seorang pemimpin. Namun jalan sebagai seorang pemimpin akan semakin berat apabila tetap menempatkan sikap yang menyebalkan (layaknya arogansi sikap) selama masa kepemimpinannya.

Adanya beban dan tanggung jawab untuk memenuhi target pencapaian, sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk dapat menekan karyawan, kecuali tingkat produktifitas karyawan memang benar-benar menurun jauh. Dalam kondisi ini, harus ada pendekatan dan pembinaan sehingga dapat diketahui apa sebenarnya permasalahan yang sedang dihadapi karyawannya.

Lebih baik menghadirkan pendekatan dan pembinaan dibandingkan ancaman berupa Surat Peringatan maupun pemecatan. Bicarakan dari hati ke hati, sebisa mungkin beri jalan keluar bukan langsung memberikan hukuman.

Segala sesuatunya harus memiliki dasar, termasuk kebijakan untuk menegur karyawan yang mengalami penurunan kinerja.

Bisa menjadi atasan adalah anugerah karena tidak semua orang bisa menjadi atasan. Thomas Carlyle (04 Desember 1795 – 05 Februari 1881), sejarawan asal Skotlandia di era Victoria, mengatakan : "Sejarah manusia sebetulnya hanya terdiri dari kumpulan biografi (para pemimpin), sebab jutaan nasib orang ada ditangannya."

Ketika jabatan adalah sebuah anugerah, apakah harus dikotori dengan sikap-sikap yang bisa memancing aksi protes dan rasa tidak senang dari para karyawan? Bukankah lebih baik menjadi seseorang yang menyenangkan dibandingkan menjadi seseorang yang dikenal menyebalkan?


Tuhan yang teramat baik, memberkati kita semua.


. SARLEN JULFREE MANURUNG


===

NOTE :
Baca juga tulisan yang berjudul : ANALISIS : BOSS BERKHARISMA DI INDONESIA.
http://cantik40s.blogspot.com/2010/01/analisis-boss-berkharisma-di-indonesia.html

===

Turut berduka cita atas wafatnya CEO PT. Astra International, Michael Ruslim, pada hari Rabu, 20 Januari 2010 karena sakit. Michael Ruslim adalah CEO terbaik di Indonesia yang terkenal ramah, sangat mengayomi karyawan-karyawannya, dan sangat mencintai Indonesia.